by

Real Madrid dan MU Lewat, Arsenal Menangkan Perburuan Mudryk

Klub Premier League Arsenal dikabarkan telah berhasil mengalahkan Real Madrid dan Manchester United dalam perburuan bintang Shakhtar Donestk, Mykhaylo Mudryk.

Pemain berusia 21 tahun ini mulai menarik perhatian pada musim 2021/2022 lalu. Ia mulai mendapat kepercayaan untuk bermain di tim utama Donetsk.

Mudryk tampil sebanyak 19 kali di semua ajang kompetisi. Ia mencatatkan dua gol dan sembilan assist.

Musim ini ia tampil makin menawan. Dari 18 laga, Mudryk mengemas 10 gol dan delapan assist.

Sejumlah klub kemudian tertarik untuk memboyong Mykhaylo Mudryk. Di antaranya adalah Arsenal.

Bahkan The Gunners disebut sudah berusaha untuk memboyong Mudryk sejak musim panas 2022 kemarin. Namun sayangnya pemilihan waktu mereka tidak pas.

Arsenal mendekati Mudryk saat bursa tranfer hendak ditutup. Pada akhirnya mereka pun gagal memboyong winger lincah tersebut.

Akan tetapi Arsenal tak menyerah. Mereka dikabarkan masih terus mengejar servis Mudryk.

Selain Arsenal, ada kabar bahwa Mykhaylo Mudryk juga diminati oleh Real Madrid. Manchester United juga sempat disebut menginginkan jasanya.

Namun Madrid dan United kini disebut gagal memboyong Mudryk. Kabarnya Arsenal yang memenangkan perburuan sang winger.

Kabar ini diklaim oleh The Mirror. Laporan itu mengklaim Arsenal telah mencapai kesepakatan dengan Shakhtar Donetsk.

Laporan itu menyebut mulanya Donetsk meminta 90 juta pounds. Tapi Arsenal berhasil menegonya hingga jadi 40 juta pounds saja, plus add-ons.

Pelatih Shakhtar Donetsk, Igor Jovijevic, belum lama ini mengungkapkan apa isi hatinya soal masa depan Mykhaylo Mudryk. Ia berharap sang bintang tak buru-buru pergi dari Donetsk.

“Manajemen ini akan memutuskan apa yang harus dilakukan ketika ada opsi untuk menjual pemain sepak bola, bintang tim,” kata Jovicevic seperti dilansir Sportsmole.

“Sebagai seorang pelatih, tentu saja, saya ingin pemain seperti itu bermain selama mungkin di tim, untuk membangun Shakhtar yang berkualitas di sekitarnya, sehingga setiap orang mendapatkan momentum, mendapatkan pengalaman, dan melakukan apa, mungkin, yang pernah dilakukan tim, di Liga Champions,” ujarnya.