by

Menebak Langkah Edinson Cavani: Tolak Atletico, Inter Milan dan MU untuk Bertahan di PSG?

Edinson Cavani belum memberi kepastian terkait masa depannya. Namun, kini tersiar kabar bahwa Edinson Cavani akan bertahan di PSG, menolak tawaran dari Manchester United dan Atletico Madrid.

Edinson Cavani hampir pindah klub pada Januari 2020 lalu. Saat itu, ada tiga klub yang membidiknya: United, Chelsea, dan Atletico. Tetapi, dia memilih tetap bermain di PSG.

Saat itu, Thomas Tuchel lah yang menghalangi langkah Edinson Cavani pindah klub. Pelatih PSG tersebut meminta Cavani bertahan hingga akhir musim, sesuai dengan kontraknya yang berakhir pada 30 Juni 2020.

Cavani bersedia bertahan di PSG, dengan syarat mendapat jaminan bermain di sisa laga musim 2019/2020. Thomas Tuchel memenuhi keinginan Cavani. Pasca sembuh cedera, Cavani langsung menjadi andalan.

Edinson Cavani sudah melewatkan masa jayanya. Pemain yang pernah membela Napoli tersebut sudah berusia 33 tahun. Cavani juga mulai sering dilanda cedera pada musim 2019/2020 ini, tetapi performa masih cukup bagus.

Edinson Cavani mencetak tujuh gol dari 22 laga yang dimainkan untuk PSG pada musim 2019/2020. Pemain asal Uruguay turut membantu PSG menjadi juara Ligue 1, dengan catatan musim berakhir pada pekan ke-28.

Rupanya, seperti dikutip dari L’Equipe, Edinson Cavani masih menjadi sosok yang punya daya pikat tinggi. Manchester United dan Atletico Madrid tidak pernah benar-benar berpaling darinya.

Belakangan, Inter Milan tertarik untuk memboyongnya. Edinson Cavani punya jam terbang tinggi dan dianggap bisa menjadi pilihan ideal untuk duduk di bangku cadangan, sebagai pelapis duet Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez.

Hanya saja, keinginan klub-klub di atas bakal bertepuk sebelah tangan. Sebab, Edinson Cavani diklaim telah menentukan masa depannya. Edinson Cavani bakal meneken kontrak baru dengan PSG.

Thomas Tuchel masih membutuhkan jasa Edinson Cavani. Selain secara teknis, dia juga menjadi pemain senior di klub dengan pengaruh yang besar. Andai Thiago Silva pensiun, Edinson Cavani lah yang menjadi pemimpin di ruang ganti.

Bertahan di PSG bakal meneguhkan status Edinson Cavani sebagai legenda klub. Pasalnya, namanya kini sudah tercatat dalam buku rekor PSG sebagai pencetak gol paling banyak dengan 200 gol.