by

Menanti Juara Baru Premier League

indolivescore.com – Pekan 36 Premier League bisa menjadi momen bersejarah di sepakbola Inggris. Bisa saja, muncul juara baru pada periode ini.

Leicester City merupakan klub yang berpeluang mencetak sejarah tersebut. Hingga kini, Leicester City ada di posisi puncak Premier League.

Mereka hanya butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan gelar Premier League pertama. Tapi, tak mudah bagi Leicester untuk bisa meraih tiga poin penentu di pekan 36.

Sebab, Manchester United menjadi lawan mereka. Leicester bakal menantang MU pada Minggu 1 Mei 2016 nanti, di Old Trafford.

Apalagi, MU sudah menegaskan tak rela melihat Leicester berpesta di kandang mereka. Gelandang MU, Ander Herrera, menyatakan timnya juga sangat membutuhkan kemenangan.

MU memang wajib menang di duel kontra Leicester. Dengan kemenangan, Setan Merah bisa membuka peluang untuk lolos ke Liga Champions di musim depan.

Sebagai catatan, MU saat ini masih tertahan di peringkat kelima klasemen sementara. Mereka tertinggal lima angka dari Manchester City dan Arsenal yang ada di posisi empat dan tiga. Tapi, MU punya satu laga tabungan lebih banyak ketimbang ManCity dan Arsenal.

“Kami tak mau mereka memenangkan gelar di Old Trafford. Saya rasa, mereka memang layak mendapatkannya. Tetapi, saya berharap mereka memenangkan gelar di kandang sendiri,” kata gelandang MU, Ander Herrera, seperti dikutip Sky Sports.

“Sampai sekarang, kami juga sedang berada dalam persaingan menuju empat besar. Jadi, partai itu juga jadi penting bagi kami,” lanjutnya.

Andaikan berhasil menang dan menjadi juara, trofi Premier League sebenarnya tak akan diserahkan ke Leicester di Old Trafford. Pesta baru bisa digelar Leicester saat menjamu Everton, enam hari kemudian.

Sesuai regulasi, trofi Premier League baru bisa diserahkan pemenang saat melakoni partai kandang terakhir. Artinya, Leicester baru bisa berpesta pora di King Power Stadium, Sabtu 7 April 2016.

Ambisi Tinggi Leicester

Para penggawa Leicester terlihat sangat bersemangat untuk bisa mengunci gelar juara Premier League di kandang MU. Mereka mengaku sangat berambisi meraih kemenangan di Old Trafford, akhir pekan nanti.

Winger muda Leicester, Jeffrey Schlupp, merasa optimistis timnya bisa meraih kesuksesan akhir pekan nanti. Schlupp menyatakan Leicester bakal membuat MU gigit jari di kandangnya.

“Bukan rahasia lagi bahwa kami bermain untuk menang. Kami selalu mengatakan bahwa kami akan memenangkan setiap pertandingan yang datang. Ini semua adalah bagian dari apa yang telah kami lakukan seperti di sepanjang musim,” kata Schlupp seperti dikutip FourFourTwo.

Tak cuma Schlupp, pemain andalan The Foxes, Riyad Mahrez, menyatakan partai kontra MU adalah momen tepat untuk mengunci gelar juara. Dengan meraih kemenangan di markas MU, Mahrez menyebut, Leicester telah membuktikan bahwa reputasi serta anggaran besar dari manajemen dalam membangun tim bukanlah jaminan untuk bisa meraih gelar juara.

Mahrez juga mengakui, Leicester sebenarnya dinaungi keberuntungan di musim ini. Maka dari itu, dia berharap musim 2015/16 diakhiri dengan raihan gelar juara.

“Solidaritas tim kami begitu mengagumkan. Tahun ini atau tidak sama sekali,” tegas Mahrez seperti dikutip L’Equipe Magazine.

“Januari 2016 lalu, kami sama sekali tak memikirkan gelar. Sekarang, semua menjadi mungkin. Kami tak mau melepaskan peluang ini,” lanjut pemain terbaik versi PFA tersebut.

Berbeda dengan anak-anak asuhnya, manajer Leicester, Claudio Ranieri, justru melontarkan komentar yang kalem. Ranieri meminta kepada Jamie Vardy dan kawan-kawan untuk tetap tenang dan tak terbawa suasana.

“Musim ini sudah menjadi spesial. Kami ada di Liga Champions sekarang dan yang belum tercapai adalah mimpi besarnya, juara Premier League. Harus tetap tenang, jangan terbawa suasana. Lihat apa yang bisa kami lakukan,” ujar Ranieri.

Ranieri merasa kaget dengan prestasi Leicester di musim ini. Sebab, manajemen sebenarnya tak menargetkan mereka untuk menembus papan atas di musim kompetisi 2015/16.

“Presiden klub, Vichai Srivaddhanaprabha, meminta saya untuk membangun tim demi bersaing memburu kompetisi Eropa dalam beberapa tahun ke depan. Kemudian, lolos ke Liga Champions,” jelas Ranieri.

Masih Adakah Peluang Spurs?

Leicester memang berada dalam posisi yang menguntungkan dalam perburuan gelar juara. Tapi, apakah peluang Tottenham Hotspur untuk menjadi juara sudah benar-benar tertutup?

Spurs tertinggal tujuh angka setelah mereka hanya mampu bermain imbang dengan West Bromwich Albion, 1-1. Peluang sebenarnya masih ada.

Tapi, catatannya Leicester kalah di tiga laga sisa yang mereka miliki, menghadapi MU, Everton, dan Chelsea. Sebaliknya, Spurs juga diwajibkan melibas kemenangan di tiga pertandingan sisa.

Harapan Spurs untuk menjadi juara akan pupus secara otomatis jika mereka kalah dari Chelsea. Andai itu terjadi, kekalahan dari MU juga sudah cukup mengantarkan Leicester meraih gelar juara Premier League untuk kali pertama.

“Kami masih percaya (bisa raih gelar juara). Kondisi memang menjadi sulit dan skenario berubah setelah kami hanya mampu bermain imbang melawan West Bromwich Albion, Senin lalu,” kata gelandang Spurs,  Mousa Dembele, seperti dilansir Soccerway.

Salah satu lawan Spurs, Chelsea, justru berniat membantu Leicester meraih gelar juara. Chelsea merasa tak rela London dikuasai Spurs jika mereka meraih gelar juara.

“Kami tak rela Spurs juara Premier League. Fans, klub, dan pemain, tak mau itu terjadi. Tapi, di sepakbola kalian tak tahu apa yang terjadi selanjutnya,” kata winger Chelsea, Eden Hazard, seperti dilansir situs resmi klub.

“Leicester lebih layak, kami berharap mereka yang keluar sebagai nomor satu. Kami punya pertandingan melawan Spurs pekan depan. Andai menang, pasti sangat bagus dampaknya,” lanjut dia.

Dembele pun menyadari, misi menekuk Chelsea di pertandingan selanjutnya akan berlangsung sulit. “Tapi, kami tetap berpikir positif. Kami harus yakin bisa menang dan bermain bagus,” ujar Dembele.

Apakah Leicester akan berpesta di Old Trafford. Atau justru persaingan gelar juara Premier League makin panjang? Mari nantikan hasilnya, besok.