by

Mats Hummels Kenakan Seragam Manchester United Musim Depan?

Bek tengah timnas Jerman ini tampil cemerlang di Piala Dunia 2014 sehingga menjadi bidikan Manchester United pada bursa transfer musim panas.

Mesin Jerman terus berderap meski dalam kondisi unggul 5-0. Ketika dunia menahan nafas saat pertandingan memasuki masa jeda, pasukan Joachim Low membuyarkan mimpi Piala Dunia Brasil hanya dalam 30 menit. Tim favorit turnamen ini tampak siap menuntaskan misi mereka.

Saking dominannya Jerman, pergantian Hummels tampak tidak terlalu diperhatikan fans. Kondisi fisik bek Borussia Dortmund itu memang menjadi perhatian serius Low menjelang laga final melawan Argentina. Hummels mengalami radang otot lutut selama turnamen ini dan terus mengalaminya hingga detik-detik menjelang final. Pemain 25 tahun itu juga absen melawan Aljazair di babak 16 besar akibat sakit flu.

Jerman hanya kebobolan dua kali selama Piala Dunia ini ketika Hummels dimainkan. Keduanya diderita saat bermain imbang 2-2 melawan Ghana. Di lain laga, Hummels membantu Jerman menumbangkan Portugal, Amerika Serikat, Prancis, dan Brasil. Dia mampu membantu gawang timnya bersih dari kebobolan hingga 45 menit pertama di Belo Horizonte.

Belum lagi menyinggung gol yang dicetaknya ke gawang Portugal dan Prancis. Gol terakhir merupakan gol kemenangan. Tak pelak pemain ini menyedot ketertarikan sejumlah klub top Eropa pada bursa transfer musim panas ini. Hummels sebenarnya tak meminta pindah atau berkeinginan memutus kerja sama seperti bintang Dortmund lain, tapi bisa saja penampilan gemilangnya di Piala Dunia mendorong terciptanya situasi itu.

Manchester United telah dikabarkan menjadi pengagum Hummels sejak lama. Era kemitraan Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic telah resmi berakhir dengan keduanya pindah klub musim panas ini. Hummels menjadi pengganti yang sempurna. Dia berpengalaman dan terbukti mumpuni di level top. Tahun-tahun terbaik kariernya terbentang di depan mata seiring dengan keinginan United membangun ulang kejayaan bersama Louis van Gaal.

Jalur pemain dan pelatih itu tak pernah bersilangan sebelumnya. Bayern Munich melepas Hummels enam bulan sebelum Van Gaal menangani klub top Bundesliga itu pada 2009. Menarik membayangkan apa yang terjadi seandainya Hummels bertahan. Terkenal pada kepercayaannya pada pemain muda, Van Gaal memberi Thomas Muller dan Holger Badstuber kesempatan bermain di tim inti dan mengasah kemampuan Bastian Schweinsteiger sebagai gelandang bertahan. Tidak sulit membayangkan Hummels bisa menikmati sukses serupa, meski bertahan dilatih Jurgen Klopp pun bukan ide yang buruk.

Di lain pihak, Van Gaal punya pemain muda United potensial yang bisa dikembangkan. “Ada dua pemain di sana, yaitu [Chris] Smalling dan [Phil] Jones yang tampak bermain sangat nyaman menjadi bek tengah untuk United di usia muda,” cetus mantan bek United Gary Pallister.

“Jelas, dengan adanya Vidic dan Ferdinand, mereka kerap berganti-ganti posisi dari bek kanan hingga gelandang, tapi kalau menyaksikan mereka saat datang bergabung ke klub sebagai bek tengah muda, mereka luar biasa.”

“Sungguh sangat sulit pada usia tersebut untuk berpindah-pindah dan berharap ada pemain yang muncul dan bersinar di posisi alamiahnya. Saya rasa Phil dan Chris bisa membuktikan diri bahwa mereka mampu. Sekarang waktunya memberi mereka kesempatan di posisi tersebut supaya memperoleh pengalaman dan pemahaman.”

Kepergian Patrice Evra tak terelakkan lagi, selain Ferdinand dan Vidic, sehingga Van Gaal memiliki risiko besar jika tidak berinvestasi pada lini belakang tim. Beberapa pemain belakang Belanda, seperti Stefan de Vrij dan Ron Vlaar, sempat dikaitkan tapi tak ada yang memiliki bakat untuk memimpin lini pertahanan United.

Hummels memilikinya. Dalam era yang dipenuhi pemain depan, tetapi kekurangan bek tengah berkelas dunia, pemain lain dengan usia dan kemampuan sama seperti Hummels bisa dihitung dengan jari. Kedatangannya akan menandai langkah besar dalam upaya United menaklukkan lagi sepakbola Eropa.