by

Manchester City Dianggap Merusak Sepak Bola

Manchester City terus menunjukkan dominasinya di berbagai kompetisi sepak bola.

Klub asuhan Pep Guardiola itu saat ini memuncaki klasemen Liga Inggris dengan keunggulan 14 poin di sisa delapan pertandingan.

Man City juga akan tampil di final Carabao Cup melawan Tottenham Hotspur pada April mendatang.

Kevin De Bruyne dkk juga baru saja lolos ke perempat final Liga Champions dan yang terdekat akan bermain di perempat final Piala FA pada Sabtu (20/3/2021) waktu setempat.

Ini artinya ada empat trofi yang bisa diarin Man City di musim 2020/2021.

Dalam sejarahnya, belum ada tim Inggris yang pernah memenangkan keempat kompetisi itu dalam satu musim.

Jika Man City berhasil merebut keempat trofi, itu akan menjadi pencapaian sejarah yang luar biasa.

Guardiola telah menerima banyak pujian sepanjang karirnya dan dielu-elukan sebagai salah satu filsuf taktis terhebat yang pernah ada dalam permainan.

Kehebatan Joao Cancelo sebagai bek sayap, kebangkitan Ilkay Gundogan dan kebangkitan John Stones adalah kisah sukses individu yang mempermanis cerita kehebatan Guardiola.

Tapi, tidak semua orang tertarik dengan pencapaian Man City dan berharap mereka meraih keempat trofi.

Penggemar Manchester United selalu ingin rival lokalnya itu gagal apalagi Man City bisa merusak sejarah treble mereka di 1999.

Dan salah satu pendukung United yang paling terkenal, Mark Goldbridge, percaya bahwa City akan merusak sepak bola jika mereka melampaui pencapaian treble Man United.

Dalam video berdurasi hampir 12 menit yang diposting di saluran YouTube-nya, Goldbridge menjelaskan mengapa menurutnya Man City bisa merusak sepak bola.

Inti dari argumennya berkisar pada kekuatan finansial pemilik City dan kedalaman skuad mereka, membandingkan kedatangan Sheikh Mansour layaknya memenangkan lotere.

“Sang pemilik bisa saja mengambil klub seperti (Aston) Villa, bisa jadi Everton, bisa jadi Newcastle, bisa jadi Anda! Ini seperti memenangkan lotere,” kata Goldbridge, sebagaimana dikutip SuperBall.id dari GiveMeSport.

“Manchester City memenangkan lotere dan saya tidak melihat mereka pergi ke mana-mana,” tambahnya.

Goldbridge juga ingin menekankan bahwa jurang pemisah kelas antara Man City dan tim Liga Inggris lainnya telah terbuka musim ini.

Ia menilai bahwa Man City bisa melakukan transfer pemain dengan nyaman sementara klub lain kesulitan karena krisis finansial dari dampak Covid-19.

Goldbridge berterus terang mengakui bahwa dia iri dengan kesuksesan City, dan bahkan sedikit pahit.

“Semua orang menginginkan pemilik kaya itu, itulah yang diinginkan Manchester United,” ujar Goldbridge.

“Tapi perbedaannya adalah, bisa jadi siapa saja. Bukan karena Pep, bukan karena De Bruyne.”

“Pep bisa mengelola Villa sekarang dengan De Bruyne. Ini bisa jadi menjadi siapa saja.”

“Ini hanyalah pemilik kaya yang membeli sepak bola.”

“Dan bahayanya bagi saya adalah bagaimana jika mereka memenangkan 20 dari 25 gelar berikutnya dan menjadi tim yang paling dihormati dalam sejarah sepak bola Inggris?”

“Bagaimana jika mereka pergi dan memenangkan treble? Bagaimana jika mereka menjadi tak terkalahkan?”

“Mereka memiliki peluang nyata untuk melakukannya dan saya hanya berpikir itu berbahaya bagi sepak bola,” jelasnya.