Site icon Berita Sepak Bola Terkini | scoreindonesia

Le Beau Jeu Nama Bola yang Digunakan di Piala Eropa Euro 2016

indolivescore.com – Le Beau Jeu akan menjadi salah satu pusat perhatian selama perhelatan Piala Eropa atau Euro 2016.

Bola yang akan dipergunakan di pesta sepak bola Eropa itu akan cukup berperan dalam menentukan kampiun di benua biru.

Le Beau Jeu adalah nama yang diberikan aparel Adidas untuk bola yang menjadi bola resmi Euro 2016.

Produsen peralatan olahraga asal Jerman itu melanjutkan “tradisi” yang sudah mereka lakukan sejak Euro 1996.

Secara harafiah nama bola ini bisa diartikan permainan indah. Sosoknya bisa disebut sebagai anak dari Brazuca, sebab memiliki “DNA” bola yang dipakai di Piala Dunia 2014. Brazuca memiliki diameter 69,2 centimeter dan bobotnya 437,2 gram.

Hasil pengujian pantulan 141 centimeter.

Beau Jeau juga masih membawa karakter Brazuca, yakni kecepatan bergulir yang tinggi, memiliki bola dalam yang keras, memiliki konsistensi yang kuat saat disentuh pemain, daya tahan tinggi sehingga tangguh digunakan dalam berbagai cuaca, dan tingkat konsistensi yang tinggi dalam bergulir.

Bintang Timnas Wales Gareth Bale, yang turut menguji bola ini, menyatakan Beau Jeu sangat mantap saat ditembakkan. Bola ini juga stabil saat dioperkan, dan digiring dengan kecepatan tinggi.

“Performanya brilian. Saya tak sabar memulai turnamen ini,” kata Bale.

Adidas melakukan satu perubahan, yakni digunakannya pola kotak-kotak pada dekik-dekik Beau Jeu. Sementara Brazuca memiliki dekik-dekik berbentuk berlian.

Menurut laman Freekickerz di Jerman, yang melakukan pengujian independen terhadap Beau Jeu, dekik-dekik itu yang membuat si kulit bundar memiliki daya cengkeram dengan permukaan lapangan, sehingga tidak licin, terutama saat hujan.

Dekik-dekik itu juga membuat Beau Jeau gampang dikendalikan oleh pemain.

Hanya saja, dekik-dekik Beau Jeu tidak setebal Brazuca, sehingga Konzi dan Michi, dari Frekickerz, menyebut bola ini memiliki karakter seperti Jabulani, bola resmi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Padahal, Jabulani memiliki julukan “musuh kiper” karena sulit ditangkap para kiper akibat terlalu licin. Inilah tantangan bagi para kiper untuk menaklukkan Beau Jeu.