LALIGA Gunakan Connected Ball di Musim 2026/2027, Bola Bersensor Jadi Pendukung Baru VAR
LALIGA melakukan terobosan baru dalam pemanfaatan teknologi pertandingan dengan menerapkan Connected Ball pada seluruh laga LALIGA EA SPORTS mulai musim 2026/2027. Bola yang dilengkapi sensor tersebut akan bekerja bersama Video Assistant Referee (VAR) dan Semi-Automated Offside Technology (SAOT) untuk menyediakan data pertandingan secara lebih presisi.
Teknologi ini mulai digunakan sejak pekan pertama kompetisi pada Agustus 2026. Penerapan secara menyeluruh tersebut menempatkan LALIGA sebagai kompetisi sepak bola profesional nasional pertama yang mengoperasikan Connected Ball dalam skala besar pada seluruh pertandingan kasta tertinggi.
Sensor yang berada di dalam bola mampu mengirimkan informasi mengenai posisi, pergerakan, dan waktu terjadinya kontak secara real time. Data tersebut dapat menjadi pendukung bagi perangkat pertandingan ketika harus menentukan insiden yang bergantung pada momen sentuhan dengan selisih waktu sangat tipis.
Offside menjadi salah satu penggunaan utama. Namun, teknologi tersebut juga dapat memberikan informasi tambahan dalam pemeriksaan handball, deflection, sentuhan terakhir sebelum bola keluar lapangan hingga kejadian double touch.
Pada saat bersamaan, Connected Ball menjadi fondasi pengembangan xBALL, lapisan data resmi baru LALIGA yang dipersiapkan untuk meningkatkan kualitas analisis, produksi siaran dan pengalaman digital penggemar.
Connected Ball Digunakan di Seluruh Pertandingan
Penerapan teknologi baru ini bukan sekadar uji coba dalam beberapa pertandingan pilihan.
Seluruh laga LALIGA EA SPORTS akan menggunakan Connected Ball sejak awal musim 2026/2027.
Artinya, standar teknologi yang sama diterapkan di setiap stadion dan pertandingan.
Implementasi tersebut merupakan hasil kerja sama antara LALIGA, Technical Committee of Referees (CTA), PUMA dan KINEXON.
KINEXON menyediakan teknologi sensor berbasis frekuensi radio, sementara perangkat tersebut diintegrasikan ke dalam bola pertandingan resmi yang diproduksi PUMA.
CTA memiliki peran penting dalam mempersiapkan perangkat pertandingan untuk menggunakan informasi dari sistem tersebut.
Sebelum kompetisi berjalan, wasit dan petugas VAR mendapatkan pelatihan agar data Connected Ball dapat digunakan dengan prosedur yang konsisten.
Begini Cara Connected Ball Bekerja
Connected Ball mempunyai sensor elektronik yang terintegrasi di bagian dalam bola.
Sensor tersebut bekerja sepanjang pertandingan dan terus menghasilkan informasi mengenai pergerakan bola.
Ketika pemain melakukan sentuhan, sistem dapat mengidentifikasi waktu terjadinya kontak dengan tingkat presisi tinggi.
Informasi kemudian dikirim menggunakan frekuensi radio menuju jaringan penerima di stadion.
Sekitar 12 antena ditempatkan di masing-masing arena pertandingan untuk menangkap sinyal tersebut.
Antena harus mampu menerima data meskipun bola bergerak dengan kecepatan tinggi dan terus berpindah posisi.
Informasi yang terkumpul selanjutnya masuk ke dalam ekosistem teknologi LALIGA.
Dengan cara tersebut, data dari bola dapat disinkronkan dengan sistem pertandingan lain, termasuk VAR dan SAOT.
Membantu Menentukan Titik Kontak dalam Pemeriksaan Offside
Salah satu persoalan penting dalam pemeriksaan offside adalah menentukan momen ketika bola dimainkan.
Posisi penyerang harus dinilai pada saat rekannya menyentuh bola untuk melakukan umpan.
Dalam pertandingan dengan tempo tinggi, selisih beberapa milidetik dapat menghasilkan posisi pemain yang berbeda.
Jika analisis hanya bergantung pada rekaman kamera, operator perlu menentukan frame yang dianggap paling tepat untuk mewakili momen sentuhan.
Pada situasi tertentu, terdapat lebih dari satu frame yang sangat berdekatan.
Connected Ball memberikan informasi tambahan karena sensor dapat mendeteksi kontak secara langsung.
Dengan demikian, perangkat pertandingan mempunyai titik waktu yang lebih presisi sebagai dasar pemeriksaan.
Integrasi Connected Ball dengan SAOT
Semi-Automated Offside Technology dan Connected Ball mempunyai fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi.
SAOT membantu mengetahui posisi pemain.
Sementara itu, Connected Ball membantu menentukan waktu ketika bola dimainkan.
Ketika kedua sumber informasi tersebut disinkronkan, sistem memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kejadian offside.
Posisi penyerang dapat dibandingkan dengan garis pertahanan pada waktu sentuhan yang telah teridentifikasi.
Pendekatan tersebut diharapkan mengurangi ketidakpastian dalam keputusan offside yang sangat tipis.
Teknologi tetap berfungsi sebagai alat pendukung. Keputusan pertandingan tetap berada dalam prosedur perwasitan yang berlaku.
Sinyal Heartbeat Tunjukkan Momen Sentuhan
Salah satu fitur Connected Ball yang akan mendapat perhatian adalah sinyal heartbeat.
Heartbeat merupakan sinyal yang dihasilkan ketika sensor mendeteksi kontak terhadap bola.
Sinyal tersebut dapat menunjukkan momen sentuhan secara presisi.
Dalam pemeriksaan offside, heartbeat membantu perangkat pertandingan menentukan waktu yang digunakan sebagai acuan.
LALIGA juga mempersiapkan integrasi informasi tersebut ke dalam produksi siaran.
Penonton berpotensi melihat visualisasi yang menunjukkan kapan kontak terhadap bola terjadi.
Hal tersebut dapat memberikan penjelasan tambahan mengenai alasan sebuah frame dipilih dalam pemeriksaan offside.
Transparansi menjadi salah satu aspek yang ingin ditingkatkan melalui teknologi baru ini.
Connected Ball Bisa Membantu Pemeriksaan Handball
Manfaat Connected Ball tidak hanya berkaitan dengan offside.
Sensor juga dapat memberikan informasi ketika perangkat pertandingan perlu memastikan keberadaan kontak.
Dalam dugaan handball, misalnya, tayangan kamera terkadang tidak memberikan gambaran yang sepenuhnya jelas.
Bola mungkin bergerak sangat cepat atau mengalami sentuhan tipis.
Connected Ball dapat membantu mengidentifikasi apakah kontak benar-benar terjadi.
Namun, sensor tidak menentukan apakah kejadian tersebut otomatis menjadi pelanggaran.
Wasit tetap harus menilai posisi tangan, pergerakan pemain serta konteks insiden berdasarkan aturan permainan.
Data sensor hanya menjadi salah satu informasi pendukung dalam proses tersebut.
Deflection dan Sentuhan Terakhir Lebih Mudah Diketahui
Deflection menjadi situasi lain yang dapat memperoleh manfaat.
Bola terkadang sedikit berubah arah setelah mengenai pemain.
Sentuhan tersebut mungkin sangat kecil sehingga sulit dilihat secara langsung.
Informasi dari Connected Ball dapat membantu menunjukkan bahwa terdapat kontak terhadap bola.
Data semacam ini dapat berguna dalam menentukan pemain terakhir yang melakukan sentuhan sebelum bola keluar lapangan.
Keputusan tersebut dapat memengaruhi apakah pertandingan dilanjutkan dengan tendangan gawang atau sepak pojok.
Connected Ball memberikan data tambahan ketika pengamatan wasit dan rekaman video membutuhkan konfirmasi.
Double Touch Bisa Lebih Mudah Dikonfirmasi
Teknologi sensor juga relevan untuk situasi double touch.
Double touch dapat terjadi ketika pemain menyentuh bola dua kali secara berurutan dalam kondisi yang tidak diperbolehkan.
Salah satu contoh yang dapat terjadi adalah ketika pemain melakukan tendangan penalti.
Pemain yang kehilangan keseimbangan mungkin tanpa sengaja mengenai bola dengan kaki tumpuan sebelum kaki lainnya melakukan tendangan.
Kedua kontak tersebut bisa berlangsung dalam waktu sangat singkat.
Sensor Connected Ball dapat mencatat pola kontak yang terjadi.
Data tersebut kemudian dapat digunakan bersama rekaman pertandingan untuk membantu perangkat pertandingan menentukan keputusan.
PUMA Pastikan Sensor Tidak Mengubah Performa Bola
Memasukkan perangkat elektronik ke dalam bola menghadirkan tantangan teknis.
Karakteristik bola pertandingan harus tetap konsisten.
Keberadaan sensor tidak boleh membuat bola menjadi lebih berat pada satu sisi, mengubah keseimbangan atau memengaruhi lintasan ketika ditendang.
PUMA dan KINEXON karena itu melakukan berbagai proses pengembangan dan validasi.
Aspek seperti feel ketika disentuh, berat, keseimbangan dan lintasan menjadi bagian dari pengujian.
Blind trial juga dilakukan dengan melibatkan pemain.
Dalam proses tersebut, pemain menggunakan bola biasa dan bola yang dilengkapi sensor tanpa mengetahui mana yang sedang dimainkan.
Pengujian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang dapat dirasakan secara signifikan dari sisi pengalaman bermain.
Dengan demikian, pemain diharapkan tetap memperoleh karakter bola yang sama meskipun terdapat teknologi di bagian dalamnya.
Ada 14 Connected Ball dalam Setiap Laga
LALIGA juga menetapkan protokol khusus mengenai jumlah dan penempatan bola.
Setiap pertandingan menggunakan 14 Connected Ball.
Satu bola digunakan dalam permainan, sedangkan satu bola lainnya berada bersama ofisial keempat.
Sebanyak 12 bola lain ditempatkan di titik-titik tertentu di sekitar lapangan sebagai bagian dari sistem multi-ball.
Seluruh bola tersebut harus siap digunakan apabila bola utama keluar lapangan.
Namun, Connected Ball hanya diperuntukkan bagi pertandingan resmi.
Bola bersensor tidak digunakan pemain ketika melakukan pemanasan ataupun dalam sesi latihan.
Pembatasan tersebut menjadi bagian dari prosedur untuk menjaga integritas perangkat dan kualitas sinyal.
Setiap Bola Harus Diisi Daya dan Divalidasi
Proses persiapan Connected Ball lebih kompleks dibandingkan bola pertandingan konvensional.
Karena menggunakan sensor elektronik, perangkat memerlukan daya.
Sebelum pertandingan, setiap bola terlebih dahulu diidentifikasi.
Petugas kemudian memastikan baterai atau sumber daya sensor berada dalam kondisi yang sesuai.
Tahap berikutnya adalah pemeriksaan konektivitas.
Sensor harus mampu mengirimkan data menuju antena di stadion.
Setelah itu dilakukan validasi untuk memastikan sistem bekerja dengan baik.
Hanya bola yang sudah melewati seluruh tahapan tersebut yang digunakan dalam pertandingan.
Protokol Operasional Diterapkan di Semua Stadion
LALIGA menyiapkan kerangka operasional khusus agar penggunaan Connected Ball konsisten.
Protokol tersebut mengatur berbagai aspek mulai dari persiapan, pemeriksaan, penyimpanan hingga pengelolaan bola.
Prosedur mengenai verifikasi sinyal dan konektivitas juga ditetapkan.
Jika terjadi gangguan teknis, terdapat mekanisme penanganan yang harus diikuti petugas.
Standar yang sama diterapkan pada seluruh stadion LALIGA EA SPORTS.
Konsistensi menjadi penting karena data Connected Ball dapat digunakan dalam proses pemeriksaan insiden pertandingan.
Karena itu, kualitas sistem tidak boleh bergantung pada lokasi pertandingan.
Wasit dan VAR Mendapat Pelatihan
Selain kesiapan teknologi, kemampuan perangkat pertandingan menjadi bagian penting.
CTA menyiapkan program pelatihan untuk wasit dan petugas VAR.
Mereka harus memahami jenis informasi yang dihasilkan Connected Ball serta cara menggunakannya.
Pelatihan juga menekankan bahwa data sensor mempunyai fungsi tertentu dan tidak menggantikan interpretasi aturan.
Sebagai contoh, sensor dapat mengonfirmasi terjadinya kontak dalam dugaan handball.
Namun, sensor tidak menentukan apakah posisi tangan pemain merupakan pelanggaran.
Keputusan tetap dibuat oleh perangkat pertandingan berdasarkan aturan.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi memberikan informasi objektif sementara penilaian tetap berada pada manusia.
xBALL Jadi Lapisan Data Baru LALIGA
Connected Ball juga menghasilkan manfaat besar di luar perwasitan.
Data yang dikumpulkan menjadi fondasi xBALL, lapisan data pertandingan resmi yang dikembangkan LALIGA.
xBALL memungkinkan berbagai informasi mengenai bola diolah menjadi statistik baru.
Kecepatan tembakan menjadi salah satu data yang dapat dikembangkan.
Ketika pemain melakukan tembakan jarak jauh, sistem dapat memberikan informasi mengenai kecepatan bola.
Data tersebut dapat ditampilkan dalam siaran untuk memberikan konteks terhadap kualitas sebuah aksi.
Kecepatan Tembakan dan Putaran Bola Bisa Ditampilkan
Selain kecepatan, sensor dapat memberikan informasi mengenai putaran bola.
Data spin menjadi menarik dalam situasi seperti tendangan bebas atau sepak pojok.
Pemain dapat memberikan efek tertentu yang membuat bola bergerak melengkung.
Connected Ball memungkinkan karakteristik tersebut dianalisis menggunakan data.
Lintasan bola juga dapat diterjemahkan menjadi visualisasi.
Dengan informasi tersebut, penonton bisa memahami bagaimana sebuah tendangan bergerak menuju gawang.
Data bukan lagi hanya berupa jumlah gol atau tembakan.
Detail teknis dari sebuah aksi juga dapat menjadi bagian dari pengalaman menonton.
Pengalaman Siaran LALIGA Semakin Kaya
xBALL dipersiapkan untuk mendukung produksi audiovisual LALIGA.
Broadcaster dan komentator dapat menggunakan data baru ketika menjelaskan pertandingan.
Ketika tercipta gol dari tendangan keras, informasi kecepatan bola dapat ditampilkan.
Dalam situasi tendangan bebas, penonton dapat memperoleh informasi mengenai spin dan lintasan.
Sementara pada pemeriksaan offside, heartbeat dapat membantu menjelaskan waktu terjadinya kontak.
Fitur audiovisual tersebut akan diterapkan secara progresif setelah beberapa pekan pertama kompetisi.
Pendekatan bertahap memberikan kesempatan untuk memastikan sistem berjalan stabil sebelum seluruh kemampuan datanya digunakan secara lebih luas.
Data Bisa Digunakan dalam Second Screen
Perkembangan Connected Ball juga diarahkan untuk mendukung cara baru penggemar mengonsumsi sepak bola.
Banyak penonton kini tidak hanya menggunakan satu layar ketika menyaksikan pertandingan.
Selain televisi atau streaming, ponsel dan tablet digunakan untuk memeriksa statistik serta informasi tambahan.
xBALL dipersiapkan agar dapat mendukung pengalaman second screen.
Data dari bola dapat menjadi bagian dari produk digital LALIGA dan platform penyiaran internasional.
Dalam jangka panjang, penggemar dapat memperoleh statistik yang lebih detail ketika pertandingan sedang berlangsung.
Teknologi Tetap Tidak Menggantikan Wasit
Meningkatnya penggunaan teknologi tidak berarti pertandingan sepenuhnya dikendalikan mesin.
Connected Ball mempunyai batas fungsi yang jelas.
Sensor memberikan data mengenai bola.
SAOT membantu menentukan posisi pemain.
VAR menyediakan mekanisme pemeriksaan ulang melalui video.
Namun, perangkat pertandingan tetap mempunyai tanggung jawab dalam menerapkan Laws of the Game.
Teknologi digunakan untuk mengurangi ketidakpastian pada aspek yang dapat diukur secara objektif.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu wasit mengambil keputusan menggunakan informasi yang lebih lengkap.
LALIGA HYPERMOTION Menyusul pada Musim 2027/2028
Implementasi awal Connected Ball difokuskan pada kompetisi kasta tertinggi.
Setelah penerapan di LALIGA EA SPORTS, teknologi tersebut juga direncanakan hadir di LALIGA HYPERMOTION mulai musim 2027/2028.
Rencana tersebut memperlihatkan bahwa Connected Ball bukan sekadar proyek jangka pendek.
Teknologi bola terkoneksi dipersiapkan menjadi bagian dari infrastruktur kompetisi profesional Spanyol.
Penerapan sepanjang musim 2026/2027 akan memberikan gambaran mengenai efektivitas sistem dalam berbagai kondisi pertandingan.
Connected Ball Membawa Sepak Bola ke Era Data yang Lebih Detail
Teknologi telah menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola.
Goal-line technology memberikan kepastian mengenai gol.
VAR membantu meninjau insiden penting.
SAOT mempercepat analisis posisi offside.
Connected Ball kini menambahkan sumber informasi langsung dari bola.
Kombinasi berbagai sistem tersebut membuat pertandingan dapat dianalisis dengan tingkat detail semakin tinggi.
Posisi pemain, momen sentuhan dan rekaman visual dapat dibandingkan dalam satu ekosistem teknologi.
Bagi perangkat pertandingan, manfaat utamanya adalah memperoleh informasi yang lebih objektif.
Bagi penonton, manfaatnya berada pada transparansi dan pengalaman audiovisual.
Penggemar dapat memahami bukan hanya keputusan akhir, tetapi juga data yang berada di balik proses pemeriksaan.
Selain itu, xBALL memungkinkan aksi pemain dijelaskan secara lebih detail melalui angka mengenai kecepatan, putaran dan lintasan bola.
Penerapan Connected Ball sejak musim 2026/2027 pada akhirnya menandai perubahan penting bagi LALIGA.
Bola tetap mempunyai fungsi utama yang sama sebagai pusat permainan. Namun, di dalamnya kini terdapat teknologi yang dapat menghasilkan data setiap kali terjadi kontak.
Langkah tersebut menunjukkan arah perkembangan sepak bola modern: menggunakan teknologi untuk meningkatkan presisi dan transparansi tanpa mengubah esensi permainan.
Meta Title
LALIGA Gunakan Connected Ball 2026/2027, Teknologi Baru Bantu VAR
Meta Description
LALIGA menerapkan Connected Ball mulai musim 2026/2027. Bola bersensor terintegrasi dengan VAR dan SAOT untuk membantu offside, handball, double touch serta menghasilkan data xBALL.
Kata Kunci Utama
LALIGA Connected Ball 2026/2027
Kata Kunci Turunan
Connected Ball LALIGA, teknologi LALIGA terbaru, bola bersensor LALIGA, teknologi VAR terbaru, SAOT LALIGA, xBALL LALIGA, sensor PUMA KINEXON, teknologi offside, bola pintar sepak bola