by

Kenapa Bek Kroasia Josko Gvardiol Pake Topeng

Kenapa Bek Kroasia Josko Gvardiol Pake Topeng? Sepanjang penampilan di Piala Dunia 2022, Gvardiol memang selalu bermain menggunakan topeng protektif berwarna hitam.

Performa Gvardiol di turnamen sejauh ini terbilang luar biasa. Dia adalah pemain yang tak tergantikan di jantung pertahanan pasukan Zlatko Dalic.

Rabu (14/12/2022), Kroasia menantang Argentina di babak 4 besar Piala Dunia 2022. Gvardiol lagi-lagi dipercaya jadi starter dan dia masih bermain menggunakan topeng protektif.

Alhasil, bukan hanya aksi-aksi defensif Gvardiol yang disorot. Setiap kali dia muncul di kamera, penampilannya lebih mudah terlihat dan dikenali karena topeng tersebut. Kenapa?

Faktanya, bek Kroasia ini harus mengenakan topeng pelindung karena mengalami cedera. Dia dihantam cedera kepala ketika membela RB Leipzig di level klub, tepat sebelum awal Piala Dunia 2022.

Gvardiol berhantaman dengan rekan setimnya sendiri, Willi Orban, di laga kontra SC Freiburg. Akibat benturan tersebut dia mengalami patah tulang hidung, jadi harus menggunakan masker pelindung.

Baru berusia 20 tahun, Gvardiol sudah menunjukkan tanda-tanda calon bek tengah top dunia. Dia memimpin lini belakang Kroasia dengan sangat baik.

Catatan Gvardiol di Piala Dunia 200 sejauh ini memang cukup mencuri perhatian. Dia menorehkan sejumlah angka menarik sebagai berikut:

5 games (100% minutes played)

77 passes / game (92% accuracy)

12 interceptions / game

11 ball recoveries / game

10 defensive duels / game (65% won)

3.4 tackles / game (71% success)

1.6 dribbles / game (100% success)

Wajar jika Gvardiol mencuri perhatian sejumlah klub Eropa. Bahkan Chelsea sudah lebih dahulu tertarik dan sudah sempat menunjukkan minat memburu Gvardiol.

Saat ini Gvardiol bermain untuk RB Leipzig, jadi transfer seharusnya sudah diprediksi. Masalahnya, kini Chelsea harus bersaing dengan sejumlah klub top yang ikut berminat.

Mengutip Foot Mercato via Express, penampilan gemilang Gvardiol di Piala Dunia 2022 juga mencuri perhatian duo Manchester: Manchester United dan Manchester City.

Kabarnya saat ini justru Man City yang menyiapkan tawaran dengan nilai tertinggi. Chelsea harus meningkatkan tawaran mereka.

Selain itu, raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona juga mulai menunjukkan minat untuk Gvardiol. Khususnya Barcelona yang baru saja kehilangan Gerard Pique karena pensiun.

Artinya, kini saga transfer Gvardiol bisa jadi perang harga antara klub-klub top Eropa, pilihan ada di tangan si pemain.

Masa depan Gvardiol pun sebenarnya sudah pernah dibicarakan oleh sang agen, Marjan Sisic. Beberapa bulan lalu, Sisic sudah menegaskan bahwa kliennya tidak akan terburu-buru menentukan masa depan.

“Soal kemungkinan transfer di musim panas 2023 nanti, kami tidak akan terburu-buru. Saya juga bisa menegaskan bahwa hingga kini tidak ada kesepakatan dengan klub mana pun,” kata Sisic.

“Wajar ada banyak klub top tertarik, tapi Josko terikat kontra jangka panjang di Leipzig. Josko merasa sangat bahagia di Leipzig,” tandasnya.