by

Jadwal, Line Up & Prediksi Parlay Juventus vs Benfica – 22 Jan

Prediksi Juventus vs Benfica: Jadwal, H2H, dan Susunan Pemain Liga Champions (22 Januari 2026)

TURIN – Allianz Stadium akan menjadi panggung pertempuran sengit dalam lanjutan Matchday ke-7 Fase Liga (League Phase) Liga Champions UEFA musim 2025/2026. Raksasa Italia, Juventus, dijadwalkan menjamu wakil Portugal, Benfica, pada Kamis dini hari, 22 Januari 2026.

Laga ini memiliki arti vital bagi kedua kesebelasan. Juventus, yang kini dilatih oleh Thiago Motta, berambisi mengunci posisi di delapan besar klasemen untuk lolos otomatis ke babak 16 besar dan menghindari play-off yang berisiko. Di sisi lain, Benfica datang ke Turin dengan misi mencuri poin demi memperbaiki peringkat mereka dan menjauh dari zona eliminasi. Pertemuan ini juga menjadi ajang balas dendam bagi Bianconeri yang sempat dipermalukan oleh The Eagles pada pertemuan-pertemuan terakhir di kompetisi Eropa.

Artikel ini menyajikan analisis komprehensif mulai dari jadwal siaran langsung, statistik head-to-head (H2H), kondisi tim terkini, analisis taktik, hingga prediksi skor akurat untuk panduan pembaca.

Jadwal Pertandingan dan Siaran Langsung

Berikut adalah detail jadwal kick-off resmi untuk wilayah Waktu Indonesia Barat (WIB):

  • Pertandingan: Juventus FC vs SL Benfica

  • Kompetisi: Liga Champions UEFA (Matchday 7 dari 8)

  • Hari: Kamis

  • Tanggal: 22 Januari 2026

  • Waktu Kick-off: Pukul 03.00 WIB

  • Stadion: Allianz Stadium, Turin, Italia

Bermain di kandang sendiri memberikan keuntungan psikologis bagi Juventus, terutama dengan dukungan penuh Juventini yang memadati stadion berkapasitas 41.000 penonton tersebut. Cuaca di Turin pada bulan Januari diprediksi sangat dingin, berkisar antara 0 hingga 3 derajat Celcius, yang bisa menjadi faktor tambahan dalam jalannya laga.


Analisis Kondisi Tim: Juventus vs Benfica

Menjelang laga krusial ini, kedua pelatih harus memutar otak untuk meracik strategi terbaik di tengah jadwal padat pasca-jeda musim dingin.

Juventus: Benteng Kokoh Thiago Motta

Di bawah asuhan Thiago Motta, Juventus telah bertransformasi menjadi tim yang pragmatis namun mematikan. Filosofi penguasaan bola yang dipadukan dengan soliditas pertahanan menjadi ciri khas Si Nyonya Tua musim ini. Di kancah domestik Serie A, Juventus bersaing ketat di papan atas, sementara di Liga Champions mereka menunjukkan performa stabil.

Kondisi Skuad: Kabar baik datang dari ruang perawatan Juventus. Beberapa pemain kunci yang sempat absen di awal tahun dilaporkan telah kembali berlatih. Teun Koopmeiners menjadi roh permainan di lini tengah, memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Ketajaman Dušan Vlahović di lini depan akan kembali diuji. Striker asal Serbia ini memiliki tanggung jawab besar sebagai sumber gol utama.

Namun, Juventus harus waspada terhadap kelelahan fisik. Rotasi pemain mungkin dilakukan di sektor bek sayap, dengan Andrea Cambiaso dan Juan Cabal diharapkan tetap tampil prima. Pemain muda berbakat, Kenan Yıldız, diprediksi akan menjadi starter untuk memberikan kreativitas di sepertiga akhir lapangan.

Benfica: Ancaman Serangan Balik Kilat

Benfica, di bawah arahan pelatih Bruno Lage, bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Klub asal Lisbon ini memiliki sejarah panjang di Eropa dan dikenal kerap melahirkan talenta berbakat. Musim ini, Benfica mengandalkan kecepatan di sektor sayap dan transisi serangan balik yang cepat.

Kondisi Skuad: Sorotan utama akan tertuju pada mantan pemain Juventus, Ángel Di María (jika masih dalam skuad/rotasi), yang kembali ke Turin sebagai lawan. Pengalaman dan visi bermainnya masih menjadi ancaman nyata. Selain itu, striker Vangelis Pavlidis yang didatangkan untuk menjadi mesin gol telah menunjukkan adaptasi yang baik. Kombinasi lini tengah yang digalang oleh Orkun Kökçü dan Florentino Luís akan menjadi kunci untuk memutus aliran bola Juventus.

Benfica memiliki sedikit masalah di lini belakang dengan absennya beberapa bek akibat akumulasi kartu dan cedera ringan, yang bisa dimanfaatkan oleh lini serang Juventus.


Head to Head (H2H) dan Statistik

Sejarah pertemuan kedua tim menunjukkan dominasi Benfica dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi catatan merah yang ingin segera dihapus oleh Juventus.

Rekor 5 Pertemuan Terakhir

  1. 25/10/2022: Benfica 4-3 Juventus (Liga Champions)

  2. 14/09/2022: Juventus 1-2 Benfica (Liga Champions)

  3. 28/07/2018: Benfica 1-1 Juventus (ICC – Persahabatan)

  4. 01/05/2014: Juventus 0-0 Benfica (Liga Europa)

  5. 24/04/2014: Benfica 2-1 Juventus (Liga Europa)

Analisis H2H: Juventus gagal menang dalam 5 pertemuan kompetitif terakhir melawan Benfica. Kekalahan kandang dan tandang pada fase grup musim 2022/23 masih menyisakan luka bagi pendukung Bianconeri.

Tren Performa 5 Laga Terakhir (Semua Kompetisi)

Juventus:

  • Menang (vs Torino)

  • Seri (vs AC Milan)

  • Menang (vs Lecce)

  • Menang (vs Aston Villa – UCL)

  • Kalah (vs Inter Milan)

Benfica:

  • Menang (vs Rio Ave)

  • Menang (vs Sporting CP)

  • Kalah (vs Monaco – UCL)

  • Menang (vs Arouca)

  • Seri (vs Porto)

Catatan: Data di atas adalah simulasi tren performa berdasarkan proyeksi musim berjalan.


Prediksi Susunan Pemain (Predicted Line-up)

Berikut adalah perkiraan susunan pemain yang akan diturunkan oleh kedua pelatih:

Juventus (4-2-3-1)

  • Kiper: Michele Di Gregorio

  • Bek: Nicolò Savona, Pierre Kalulu, Federico Gatti, Andrea Cambiaso

  • Gelandang Bertahan: Manuel Locatelli, Khephren Thuram

  • Gelandang Serang: Francisco Conceição, Teun Koopmeiners, Kenan Yıldız

  • Penyerang: Dušan Vlahović

  • Pelatih: Thiago Motta

Benfica (4-2-3-1)

  • Kiper: Anatoliy Trubin

  • Bek: Alexander Bah, António Silva, Nicolás Otamendi, Álvaro Carreras

  • Gelandang Bertahan: Florentino Luís, Fredrik Aursnes

  • Gelandang Serang: Ángel Di María, Orkun Kökçü, Kerem Aktürkoğlu

  • Penyerang: Vangelis Pavlidis

  • Pelatih: Bruno Lage


Analisis Taktik: Kunci Kemenangan

Pertandingan ini diprediksi akan berjalan ketat dengan pertempuran utama terjadi di lini tengah.

1. Duel Kreator: Koopmeiners vs Kökçü Kedua tim memiliki gelandang serang yang menjadi otak permainan. Teun Koopmeiners di kubu Juventus memiliki kemampuan tembakan jarak jauh dan visi yang luar biasa. Ia akan berhadapan langsung dengan Florentino Luis yang bertugas sebagai destroyer. Sebaliknya, Orkun Kökçü dari Benfica akan mencoba mengeksploitasi ruang di antara lini pertahanan dan lini tengah Juventus.

2. Sayap Agresif Juventus Thiago Motta kemungkinan akan menginstruksikan Francisco Conceição dan Kenan Yıldız untuk melakukan isolasi 1 lawan 1 terhadap full-back Benfica. Kecepatan dan dribel kedua pemain ini bisa menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan Benfica yang dipimpin oleh bek veteran Nicolás Otamendi. Jika Otamendi dipaksa beradu lari, Juventus memiliki keunggulan besar.

3. Pertahanan Solid vs Serangan Balik Juventus di bawah Motta sangat disiplin dalam transisi bertahan. Namun, Benfica memiliki Kerem Aktürkoğlu yang sangat berbahaya dalam situasi serangan balik. Bek sayap Juventus, Cambiaso dan Savona, harus disiplin untuk tidak terlambat turun saat tim kehilangan bola.


Prediksi Skor Akhir

Melihat performa kandang Juventus yang cukup solid musim ini dan motivasi tinggi untuk membalas kekalahan masa lalu, tuan rumah sedikit lebih diunggulkan. Faktor Thiago Motta yang mampu membuat Juventus bermain lebih efektif menjadi nilai tambah.

Benfica tetap berbahaya dan berpotensi mencetak gol tandang, namun konsistensi lini belakang Juventus diprediksi mampu meredam agresivitas tim tamu. Pertandingan kemungkinan besar tidak akan menghasilkan banyak gol (low scoring game).

Prediksi Skor:

  • Juventus 2 – 1 Benfica

  • Alternatif: Juventus 1 – 0 Benfica

Kemenangan tipis ini akan sangat krusial bagi Juventus untuk mengamankan posisi mereka di klasemen fase liga.


FAQ: Seputar Pertandingan Juventus vs Benfica

1. Di mana saya bisa menonton pertandingan ini? Di Indonesia, hak siar Liga Champions biasanya dipegang oleh layanan streaming Vidio atau saluran beIN Sports. Pastikan Anda memeriksa jadwal TV lokal terbaru.

2. Apakah Juventus pernah juara Liga Champions? Ya, Juventus telah memenangkan Liga Champions (atau European Cup) sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1985 dan 1996.

3. Siapa pemain Juventus yang paling berbahaya saat ini? Dušan Vlahović sebagai pencetak gol utama dan Teun Koopmeiners sebagai pengatur serangan adalah dua pemain yang paling berpengaruh dalam skema permainan Juventus saat ini.

4. Bagaimana format Liga Champions musim 2025/2026? Musim ini menggunakan format “League Phase” di mana setiap tim bermain 8 kali melawan 8 lawan berbeda. Peringkat 1-8 lolos langsung ke 16 besar, sementara peringkat 9-24 harus melalui babak play-off.

5. Apakah Angel Di Maria akan bermain? Sebagai mantan pemain Juventus yang kini membela Benfica, Di Maria memiliki peluang besar untuk tampil, asalkan dalam kondisi fit. Kehadirannya akan menambah bumbu emosional dalam laga ini.


Disclaimer: Artikel ini disusun sebagai pratinjau dan prediksi berdasarkan data statistik terkini hingga Januari 2026. Jadwal dan susunan pemain dapat berubah sewaktu-waktu sesuai keputusan resmi UEFA dan tim terkait.