by

Fikayo Tomori Bawa Modal Penting Buat AC Milan untuk Hadapi MU

Kompetisi kasta kedua Eropa, Liga Europa, berhasil menarik perhatian banyak penikmat sepak bola setelah hasil undian babak 16 besar diumumkan. Ada satu laga yang membuat dua tim raksasa, AC Milan dan Manchester United, berhadapan.

Milan mampu mencapai babak 16 besar usai menyingkirkan perwakilan dari Serbia, Red Star Belgrade. Hal serupa juga dilakukan Manchester United terhadap tim asal Spanyol yang belakangan sedang naik daun, Real Sociedad. Kedua tim ini terbilang cukup sering bertemu di pentas Eropa. Namun, ini kali pertama mereka bertatap muka dalam ajang Liga Europa. Dulunya, Liga Champions menjadi panggung buat Milan dan Manchester United untuk saling bertatap muka.

Tidak heran kalau laga ini diyakini bakal menyedot perhatian banyak penikmat sepak bola. Milan dan Manchester United dipertemukan dalam duel dua leg, di mana laga pertama akan digelar di markas MU, Old Trafford, Jumat (12/3/2021). Kedua tim sama-sama sedang berupaya untuk mengembalikan nama besarnya seperti sedia kala. Musim ini bisa disebut yang terbaik buat mereka, karena baik Milan serta MU sama-sama sedang naik daun di kompetisi domestik.

Milan berada di peringkat kedua Serie A, begitu juga dengan Manchester United di Premier League. Memprediksi skor akhir dari laga ini cukup sulit, mengingat keduanya baru saja meraih hasil apik pada akhir pekan kemarin. Namun, ada satu pemain yang membuat Milan nampaknya bisa bernafas lega, namanya Fikayo Tomori. Bek pinjaman dari Chelsea ini memiliki pengalaman menghadapi tim Premier League termasuk Manchester United. Dan ini akan menjadi modal penting buat Milan.

“Kami telah mempelajari Manchester United, kami tahu ini akan menjadi laga yang berat, mereka punya penyerang yang cepat. Saya harap pengalaman saya di Inggris bisa membantu,” kata Tomori, seperti yang dikutip dari Football Italia. Performa Tomori sendiri belakangan ini mendapatkan banyak pujian. Tak tanggung-tanggung, sosok legendaris seperti Paolo Maldini pun sampai memberinya kata-kata manis setinggi langit. “Sungguh menyenangkan bisa mendengarkan hal seperti ini, terutama dari sosok legenda seperti Maldini. Ini memebuat saya jadi lebih percaya diri,” lanjutnya.

Sayangnya, masa kebersamaan Milan dan Tomori mungkin akan berakhir di penghujung musim. Memang, masa berlaku pinjamannya hanya sampai bulan Juni dan kedua tim belum menemui kata sepakat untuk transfer permanen.

“Saya sering berbicara dengan mantan rekan setim di Chelsea, yang juga merupakan teman baik. Mereka merasa baik serta puas. Saya belum bicara dengan Tuchel, tapi dia harus tetap fokus kepada Chelsea seperti saya yang harus memikirkan Milan,” pungkasnya.