Jadwal, Line Up dan Prediksi Persebaya vs PSIM 13 September 2026: Bajol Ijo Memburu Kemenangan di GBT
Meta Title: Jadwal, Line Up dan Prediksi Persebaya vs PSIM 13 September 2026
Meta Description: Jadwal Persebaya vs PSIM 13 September 2026 lengkap dengan prediksi line up, kondisi terkini, pemain kunci, analisis pertandingan dan prediksi skor Super League 2026/2027.
Kata Kunci: Persebaya vs PSIM, prediksi Persebaya vs PSIM, jadwal Persebaya vs PSIM, line up Persebaya vs PSIM, Persebaya Surabaya, PSIM Yogyakarta, Super League 2026/2027.
Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta akan menjadi salah satu pertandingan menarik pada lanjutan Super League 2026/2027. Bajol Ijo mendapatkan kesempatan bermain di depan publik sendiri ketika menjamu Laskar Mataram di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu, 13 September 2026.
Kick-off Persebaya vs PSIM dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB. Pertandingan ini penting bagi kedua tim karena mereka sama-sama belum merasakan kemenangan pada pertandingan pembuka musim.
Persebaya memulai kompetisi dengan membawa pulang satu poin setelah bermain 1-1 di markas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 5 September 2026. Yann Mabella membawa Bajol Ijo unggul pada menit ke-13 sebelum Bhayangkara membalas melalui Allano pada menit ke-60.
PSIM mendapatkan hasil identik. Tim asal Yogyakarta tersebut bermain imbang 1-1 menghadapi Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung. Laskar Mataram sempat tertinggal akibat gol Luquinhas pada menit ke-49, tetapi Adrian Purzycki menyelamatkan satu angka melalui golnya pada menit ke-84.
Hasil tersebut membuat Persebaya dan PSIM memasuki pertandingan kedua dengan kondisi yang relatif seimbang. Namun, faktor Gelora Bung Tomo membuat Bajol Ijo mempunyai keuntungan penting.
Jadwal Persebaya vs PSIM 13 September 2026
Pertandingan Persebaya menghadapi PSIM merupakan bagian dari agenda awal Super League 2026/2027.
Pertandingan: Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta
Kompetisi: Super League 2026/2027
Hari: Minggu
Tanggal: 13 September 2026
Kick-off: 19.00 WIB
Stadion: Gelora Bung Tomo, Surabaya
Jadwal tersebut memberikan waktu pemulihan sekitar delapan hari bagi kedua kesebelasan setelah menjalani pertandingan pertama pada 5 September.
Persebaya jelas ingin memanfaatkan laga kandang tersebut untuk mendapatkan kemenangan pertama musim ini. Sementara PSIM datang ke Surabaya dengan misi membawa pulang poin sekaligus mempertahankan tren tidak terkalahkan pada awal kompetisi.
Kondisi Persebaya Menjelang Melawan PSIM
Persebaya sebenarnya menunjukkan beberapa hal positif ketika menghadapi Bhayangkara pada pertandingan pertama.
Bajol Ijo bahkan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui Yann Mabella. Penyerang tersebut memanfaatkan umpan panjang, melewati penjaga gawang yang keluar dari sarangnya, kemudian menyelesaikan peluang ke gawang kosong.
Gol tersebut memperlihatkan bahwa Persebaya mempunyai kemampuan menyerang ruang di belakang pertahanan lawan.
Namun, Bajol Ijo tidak mampu mempertahankan keunggulan sampai pertandingan selesai. Bhayangkara meningkatkan tekanan dan akhirnya mencetak gol penyama pada menit ke-60.
Persebaya kemudian mencoba memanfaatkan serangan balik, tetapi tidak mampu mendapatkan gol kedua. Pertandingan berakhir 1-1.
Situasi tersebut menjadi bahan evaluasi penting menjelang pertandingan menghadapi PSIM.
Persebaya perlu meningkatkan kemampuan mengendalikan pertandingan setelah unggul. Jika kembali memberikan terlalu banyak ruang dan penguasaan bola kepada lawan, PSIM mempunyai pemain-pemain yang mampu menghukum kesalahan tersebut.
Di sisi lain, pertandingan pertama menunjukkan bahwa lini serang Persebaya tetap mempunyai ancaman.
Yann Mabella Jadi Senjata Persebaya
Yann Mabella menjadi salah satu nama yang patut diperhatikan dalam pertandingan Persebaya vs PSIM.
Pemain tersebut langsung membuka rekening golnya pada pertandingan pertama musim ini. Kecepatan Mabella ketika menyerang ruang menjadi salah satu senjata yang dapat dimanfaatkan Persebaya.
PSIM harus berhati-hati ketika menaikkan garis pertahanan.
Persebaya tidak selalu membutuhkan rangkaian operan panjang untuk menciptakan peluang. Umpan vertikal atau bola langsung ke belakang bek lawan dapat menjadi cara efektif untuk mengaktifkan Mabella.
Selain Mabella, Bajol Ijo mempunyai Ramadhan Sananta yang menawarkan karakter berbeda sebagai penyerang.
Sananta memiliki kemampuan bergerak di area penalti serta bisa menjadi target ketika Persebaya memilih mengirim umpan silang.
Keberadaan Francisco Rivera juga memberikan kreativitas dari lini kedua. Rivera dapat beroperasi sebagai penghubung antara lini tengah dan penyerang.
Rachmat Irianto Memberikan Keseimbangan
Persebaya memiliki Rachmat Irianto yang dapat memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan tim.
Kemampuannya membaca arah serangan lawan dibutuhkan ketika Persebaya kehilangan bola. Hal tersebut akan semakin penting jika kedua bek sayap Bajol Ijo aktif naik membantu serangan.
Persebaya kemungkinan lebih dominan ketika bermain di Gelora Bung Tomo. Kondisi itu berarti banyak pemain akan berada di wilayah permainan PSIM.
Risikonya adalah ruang yang muncul ketika kehilangan bola.
Di sinilah gelandang bertahan memiliki tugas penting untuk menghentikan serangan balik sebelum memasuki sepertiga pertahanan Persebaya.
PSIM Bukan Lawan yang Mudah
Status tim tamu tidak otomatis membuat PSIM menjadi lawan yang mudah dikalahkan.
Laskar Mataram menunjukkan mental yang cukup baik ketika menghadapi Persita pada pertandingan pertama.
PSIM tertinggal pada awal babak kedua setelah Luquinhas mencetak gol pada menit ke-49. Namun, tim besutan Jean-Paul van Gastel terus mencari jalan kembali ke pertandingan.
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Adrian Purzycki mencetak gol pada menit ke-84 dan membuat skor menjadi 1-1. Hasil tersebut setidaknya memperlihatkan bahwa PSIM mampu menjaga fokus sampai fase akhir pertandingan.
Kemampuan tersebut perlu diperhatikan Persebaya.
Jika Bajol Ijo mendapatkan keunggulan lebih dahulu, pertandingan belum tentu selesai. PSIM sudah menunjukkan bahwa mereka mempunyai karakter untuk mengejar ketertinggalan.
Ze Valente Bisa Jadi Kunci PSIM
Salah satu pemain PSIM yang berpotensi mendapatkan perhatian khusus adalah Ze Valente.
Gelandang tersebut memiliki kemampuan dalam mengatur sirkulasi bola dan menghubungkan permainan dari tengah menuju sepertiga akhir.
Pertarungannya dengan gelandang Persebaya dapat menjadi salah satu duel paling menentukan.
Jika Persebaya mampu membatasi ruang Ze Valente, PSIM bisa kesulitan membangun serangan secara terstruktur.
Sebaliknya, apabila pemain asal Portugal tersebut mendapatkan waktu untuk mengontrol bola dan mengangkat kepala, PSIM mempunyai peluang menemukan ruang di belakang lini tengah Persebaya.
Adrian Purzycki juga tidak boleh dibiarkan bebas. Selain memberikan keseimbangan, ia sudah menunjukkan kontribusi ofensif dengan mencetak gol pada pertandingan pembuka.
Prediksi Formasi Persebaya vs PSIM
Persebaya berpeluang menggunakan pendekatan menyerang karena bermain sebagai tuan rumah.
Formasi dasar 4-3-3 memberikan keseimbangan antara lebar permainan dan kekuatan di lini tengah. Francisco Rivera dapat mengambil peran kreatif, sementara Rachmat Irianto menjaga keseimbangan di belakangnya.
PSIM kemungkinan menggunakan struktur 4-2-3-1 atau variasinya.
Tim tamu membutuhkan jumlah pemain yang cukup di tengah untuk mencegah Persebaya mendominasi area tersebut. PSIM juga bisa menggunakan kecepatan pemain sayap ketika melancarkan transisi.
Prediksi Line Up Persebaya vs PSIM
Susunan pemain resmi baru akan diumumkan mendekati kick-off. Kondisi kebugaran, latihan terakhir dan pertimbangan taktik dapat membuat komposisi berubah.
Berdasarkan skuad yang tersedia dan pilihan pada awal musim, berikut perkiraan susunan pemain kedua tim.
Prediksi Line Up Persebaya Surabaya
Formasi 4-3-3:
Kiper: Ernando Ari
Belakang: Arief Catur, Yuran Fernandes, Risto Mitrevski, Jefferson Silva
Tengah: Rachmat Irianto, Diogo Ramalho, Francisco Rivera
Depan: Yann Mabella, Ramadhan Sananta, Malik Risaldi
Persebaya mempunyai sejumlah alternatif yang memungkinkan perubahan komposisi.
Nama seperti Toni Firmansyah dapat memberikan energi tambahan di lini tengah. Alex Martins juga menawarkan opsi untuk lini depan, sedangkan Alfan Suaib bisa dimanfaatkan apabila Bajol Ijo membutuhkan pemain dengan karakter lebih eksplosif di sisi lapangan.
Prediksi Line Up PSIM Yogyakarta
Formasi 4-2-3-1:
Kiper: Cahya Supriadi
Belakang: Rio Hardiawan, Franco Ramos Mingo, Jop van der Avert, Ondrej Rudzan
Tengah: Adrian Purzycki, Ze Valente
Gelandang serang: Pulga Vidal, Savio Sheva, Riyanto Abiyoso
Depan: Adrian Dalmau
PSIM juga mempunyai opsi untuk mengubah komposisi lini serangnya sesuai kebutuhan pertandingan.
Van Gastel bisa memasukkan pemain yang memiliki karakter lebih cepat jika membutuhkan serangan balik atau memilih penyerang dengan kemampuan menahan bola apabila PSIM kesulitan keluar dari tekanan.
Analisis Taktik Persebaya vs PSIM
Pertandingan kemungkinan diawali dengan Persebaya mengambil inisiatif.
Bermain di Gelora Bung Tomo membuat Bajol Ijo mempunyai alasan kuat untuk meningkatkan tempo sejak menit awal.
Persebaya dapat mencoba membuka pertahanan PSIM melalui dua cara.
Pertama, membangun serangan melalui Rivera dan mengalirkan bola menuju sisi lapangan. Cara tersebut bertujuan melebarkan struktur pertahanan PSIM sehingga muncul ruang di area tengah.
Kedua, menggunakan umpan langsung menuju ruang di belakang garis pertahanan.
Cara kedua sudah menghasilkan gol ketika menghadapi Bhayangkara. Kecepatan Yann Mabella dapat kembali menjadi senjata jika PSIM memasang garis pertahanan tinggi.
Namun, Persebaya juga perlu berhati-hati terhadap transisi.
Ketika kehilangan bola, Bajol Ijo tidak boleh memberikan ruang besar kepada Ze Valente untuk mengirim operan progresif.
PSIM kemungkinan justru nyaman apabila Persebaya terlalu agresif.
Laskar Mataram dapat membentuk blok pertahanan menengah, menunggu kesalahan umpan, kemudian menyerang ruang yang ditinggalkan pemain Persebaya.
Pertarungan di Sektor Sayap
Sisi lapangan berpotensi menjadi area penting lainnya.
Persebaya memiliki pemain yang mampu melakukan penetrasi dan bergerak ke dalam. Dukungan bek sayap membuat Bajol Ijo bisa menciptakan situasi dua lawan satu.
PSIM harus menentukan apakah pemain sayap mereka ikut turun dalam membantu pertahanan atau tetap berada sedikit lebih tinggi untuk menjadi outlet serangan balik.
Jika terlalu banyak pemain PSIM turun, mereka akan kesulitan keluar dari tekanan.
Namun, jika pemain sayap tidak membantu, bek PSIM berisiko menghadapi keunggulan jumlah pemain.
Keseimbangan inilah yang akan menjadi salah satu tantangan taktik Van Gastel.
Persebaya Harus Memperbaiki Kontrol Permainan
Hasil melawan Bhayangkara memberikan satu pelajaran penting kepada Persebaya.
Mencetak gol lebih dahulu belum cukup.
Bajol Ijo harus mampu mengontrol momentum setelah mendapatkan keunggulan. Mereka tidak harus terus menyerang dengan jumlah pemain besar, tetapi juga tidak boleh menyerahkan sepenuhnya kendali pertandingan.
Penguasaan bola dapat digunakan untuk menurunkan tempo sekaligus membuat lawan bekerja lebih keras.
Jika Persebaya mampu melakukan hal tersebut, PSIM akan kesulitan mendapatkan momentum untuk membangun tekanan.
PSIM Bisa Mengandalkan Kesabaran
Bagi PSIM, 20 menit pertama berpotensi menjadi periode krusial.
Persebaya kemungkinan mencoba menciptakan tekanan besar dengan bantuan atmosfer Gelora Bung Tomo.
Laskar Mataram perlu melewati fase tersebut tanpa kebobolan.
Semakin lama skor tetap imbang, semakin besar peluang PSIM mengembangkan permainan. Tekanan terhadap Persebaya sebagai tuan rumah juga dapat meningkat jika gol tidak kunjung tercipta.
Strategi tersebut membutuhkan konsentrasi tinggi.
PSIM tidak boleh memberikan terlalu banyak tendangan bebas atau sepak pojok di sekitar kotak penalti karena situasi bola mati bisa memberikan Persebaya jalan alternatif mencetak gol.
Pemain Kunci Persebaya vs PSIM
Yann Mabella menjadi pemain yang layak mendapatkan sorotan pertama. Golnya ke gawang Bhayangkara menunjukkan kemampuan menyerang ruang dan memanfaatkan kesalahan posisi pertahanan lawan.
Francisco Rivera menjadi kandidat pengatur kreativitas Persebaya. Kemampuannya memberikan umpan ke area berbahaya dapat menentukan seberapa banyak peluang yang diperoleh lini depan.
Rachmat Irianto berpotensi menjalankan tugas penting untuk memutus transisi PSIM.
Di kubu tim tamu, Ze Valente dapat menjadi pusat distribusi bola. Jika mendapat ruang, ia mempunyai kualitas untuk mengubah arah serangan dengan cepat.
Sementara Adrian Purzycki memasuki pertandingan dengan kepercayaan diri setelah mencetak gol penyama menghadapi Persita.
Faktor Gelora Bung Tomo
Faktor kandang menjadi salah satu alasan Persebaya lebih diunggulkan dalam prediksi pertandingan ini.
Atmosfer Gelora Bung Tomo dapat memberikan tambahan energi kepada pemain Bajol Ijo sekaligus menciptakan tekanan kepada tim tamu.
Namun, Persebaya tidak boleh menganggap dukungan publik otomatis menghasilkan tiga poin.
Tekanan untuk menang juga bisa menjadi beban apabila pertandingan berjalan tidak sesuai rencana.
Persebaya membutuhkan kesabaran, terutama jika PSIM menumpuk banyak pemain di belakang bola.
Prediksi Jalannya Persebaya vs PSIM
Persebaya diperkirakan langsung mencoba mengambil kendali permainan sejak awal.
Rivera dan para gelandang akan berusaha mengatur tempo, sedangkan pemain sayap mencoba membuka pertahanan PSIM.
Laskar Mataram kemungkinan lebih selektif dalam melakukan pressing.
PSIM bisa membiarkan bek Persebaya menguasai bola sebelum mulai meningkatkan tekanan ketika bola memasuki area tengah.
Jika Persebaya mencetak gol lebih dahulu, PSIM akan dipaksa keluar dari struktur bertahannya. Kondisi tersebut membuka kemungkinan pertandingan berlangsung lebih terbuka.
Sebaliknya, jika skor masih 0-0 hingga memasuki satu jam pertandingan, duel dapat menjadi semakin sulit diprediksi.
PSIM sudah menunjukkan kemampuan mencetak gol pada fase akhir ketika menghadapi Persita. Persebaya karena itu harus mempertahankan konsentrasi sampai peluit panjang.
Prediksi Skor Persebaya vs PSIM
Melihat kualitas kedua tim, pertandingan ini berpotensi berlangsung ketat.
Persebaya memiliki keuntungan kandang dan beberapa pemain dengan kualitas individu yang dapat menentukan pertandingan.
Bajol Ijo juga sudah memperlihatkan kemampuan mencetak gol melalui serangan cepat pada pekan pertama.
PSIM, sementara itu, mempunyai lini tengah yang cukup menarik dan menunjukkan mental kuat setelah mampu bangkit dari ketertinggalan melawan Persita.
Kunci pertandingan berada pada efektivitas Persebaya.
Apabila tuan rumah mampu memaksimalkan peluang dan lebih baik dalam mengontrol pertandingan setelah unggul, peluang mendapatkan tiga poin cukup terbuka.
PSIM tetap mempunyai kemungkinan mencetak gol, terutama jika berhasil memanfaatkan transisi atau kesalahan Persebaya ketika membangun serangan.
Prediksi skor Persebaya vs PSIM: Persebaya Surabaya 2-1 PSIM Yogyakarta.
Alternatif skor yang cukup realistis adalah 1-1 jika PSIM mampu bertahan disiplin dan membuat Persebaya kesulitan menciptakan peluang bersih.
Persebaya Diunggulkan, PSIM Siap Memberikan Perlawanan
Duel Persebaya vs PSIM pada 13 September 2026 akan menjadi ujian penting bagi kedua tim pada awal Super League 2026/2027.
Keduanya sama-sama memperoleh satu poin pada pertandingan pertama. Persebaya bermain 1-1 melawan Bhayangkara, sedangkan PSIM mendapatkan skor serupa menghadapi Persita.
Kini, Persebaya mendapatkan keuntungan bermain di Gelora Bung Tomo.
Yann Mabella menjadi salah satu ancaman utama setelah mencetak gol pada pertandingan pembuka. Kehadiran Francisco Rivera, Rachmat Irianto, Ramadhan Sananta dan sejumlah pemain berpengalaman lainnya juga memberikan banyak pilihan bagi Bajol Ijo untuk membangun serangan.
PSIM tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. Laskar Mataram memiliki pemain kreatif seperti Ze Valente dan datang dengan modal mental positif setelah berhasil menyelamatkan poin pada menit-menit akhir melawan Persita.
Pertarungan lini tengah, kemampuan Persebaya mengatasi transisi, serta efektivitas penyelesaian akhir kemungkinan menjadi tiga faktor yang menentukan.
Dengan keuntungan bermain di Surabaya dan kualitas skuad yang dimiliki, Persebaya sedikit lebih layak difavoritkan untuk meraih kemenangan. Namun, Bajol Ijo harus bermain konsisten selama 90 menit jika tidak ingin PSIM kembali menunjukkan kemampuan bangkit seperti pada pertandingan sebelumnya.
Jadwal: Minggu, 13 September 2026, pukul 19.00 WIB.
Prediksi akhir: Persebaya Surabaya 2-1 PSIM Yogyakarta.