👍 Liga Indonesia

Tidak Ada Indikasi Match Fixing di Piala Kemerdekaan ?

www.indolivescore.com –

Tim Transisi bentukan Kemenpora langsung bereaksi terkait adanya pernyataan yang menyebut bahwa turnamen Piala Kemerdekaan diduga sudah dimasuki bandar judi. Sehingga ada beberapa pertandingan yang disinyalir terjadi match fixing di beberapa grup babak penyisihan.

“Tim Transisi Tata Kelola Sepakbola Nasional telah melakukan investigasi pada pertandingan-pertandingan lanjutan Turnamen Piala Kemerdekaan 2015. Dari hasil investigasi tersebut, tidak ada indikasi match fixing,” tulis Tim Transisi, melalui rilis resmi mereka kepada wartawan, Selasa (25/8).

Sebelumnya, ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Ahmad Yulianto, mengungkapkan mantan pelatih Persipur Purwodadi, Gunawan, membeberkan adanya dugaan pertandingan di Piala Kemerdekaan sudah dimasuki para bandar judi. Hal itu dituturkan Gunawan, saat bersidang di hadapan Komdis PSSI, Senin (24/8).

“Komdis punya rekaman soal keterangan pelatih Gunawan. Dia siap diperiksa terkait keterangan soal ini. Selanjutnya, kami melakukan kontak dan akan bekerja sama dengan interpol untuk penemuan dan penuturan dari Gunawan ini,” ujar Yulianto.


Di lain pihak, Tim Transisi mengungkapkan sudah mengantisipasi agar tidak terjadi pengaturan skor di turnamen Piala Kemerdekaan, dengan melakukan penandatanganan pakta integritas bersama manajer klub, wasit, dan perangkat pertandingan. “Kami yakin bahwa seluruh manajer klub, wasit, dan perangkat pertandingan sangat berkomitmen terhadap kesepakatan tersebut,” tambahnya.

Di samping itu, tim yang diketuai Bibit Samad Rianto ini mengklaim Piala Kemerdekaan berjalan dengan meriah, meski ada beberapa insiden kecil. “Namun sudah bisa ditangani dengan baik oleh komite disiplin turnamen Piala Kemerdekaan 2015.”

Lebih lanjut, Tim Transisi meminta Gunawan untuk segera melaporkan ke Bareskrim perihal dugaan adanyamatch fixing. “Apabila Gunawan tidak melaporkan ke Bareskrim 2×24 jam, maka kami akan melaporkan Gunawan sebagai pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Tim Transisi,” tegasnya.

To Top