by

Siapa Penerus Kebesaran Nomor Punggung 10 Di Juventus?

www.indolivescore.com – Polemik besar sempat terjadi di Juventus tatkala mereka memutuskan untuk melepas Alessandro Del Pieropada 2012 lalu. Tak hanya soal statusnya yang merupakan legenda terbesar klub, tapi keputusan Alex yang enggan memensiunkan nomor punggung 10-nya juga menghadirkan tanda tanya besar.

Juve bahkan sampai mengistirahatkan nomor punggung keramat tersebut, semusim pasca kepergian Il Pinturicchio. Untungnya, mereka lantas membuat satu keputusan brilian karena mewariskan nomor 10 padaCarlos “Carlitos” Tevez di awal musim 2013/14. Hanya dua musim membela I Bianconeri, striker Argentina itu sukses mematri namanya di hati para Juventini. Dirinya memerankan peran no. 10 secara sempurna, dengan mempertahankan Juve di tempat terbaik Italia dan membawanya ke puncak Eropa.

Kini situasi yang serupa dengan kepergian Alex kembali terjadi, manakala El Apache memutuskan untuk pulang ke Boca Juniors. Nomor punggung 10 kembali tak bertuan dan Juve jelas tidak bisa sembarangan mewariskannya pada pemain lain.

Maklum, sepanjang sejarah berdirinya klub, La Vecchia Signora memang tak pernah cacat dalam memilihkan tuan bagi si no. 10. Tengok saja deretan nama-nama legendaris yang mewakili generasi emas Hitam-Putih, layaknya Giampiero Boniperti, Omar Sivori, Liam Brady, Michel Platini, Roberto Baggio, Del Piero, hingga Tevez sendiri.

Presiden Juve, Andrea Agnelli, sampai mewanti-wanti jika no. 10 di klubnya bukan untuk pemain rata-rata. “Nomor di balik seragam itu lebih kepada usaha ketimbang kelayakan. Jika ada, nomor seragam itu penting dari perspektif komersial, nomor 10 selalu menjadi mimpi bagi pemain, ini adalah seragam yang anak-anak inginkan. Kami harus menemukan seorang pemain dengan karakteristik khusus, dan dia adalah seorang yang fenomenal,” terang sang presiden.

Calon terkuat sejatinya ada dalam diri striker anyar, Paulo Dybala. Karakternya sebagai penyerangstylish terasa cocok dengan sosok no. 10. Namun pemain berusia 21 tahun itu lebih memilih menggunakan nomor punggung yang sesuai dengan usianya kini. Kandidat lain, Mario Mandzukic, juga lebih tertarik dengan nomor punggung 17. Dua nomine telah gugur, namun potensinya semakin besar seiring rencana kepergian Arturo Vidal, yang selaras dengan keinginan Massimiliano Allegri mendatangkan gelandang serang baru.

Berdasar situasi terkini, Goal Indonesia lantas menelusuri siapa calon terkuat dan kemungkinan apa saja yang bisa terjadi pada jersey keramat nomor punggung 10 Si Nyonya Tua. Simak!

SIMONE ZAZA

Seiring kepulangan Tevez ke Boca Juniors dan status Alessandro Matri yang tak dipermanenkan, Juve bergerak cepat dengan langsung memboyong tiga striker berkelas. Mereka adalah Dybala, Mandzukic, dan yang terakhir Simone Zaza.

Ketiganya memiliki potensi jadi pewaris kebesaran nomor 10. Namun seiring keputusan Dybala yang memilih nomor 21 dan Mandzukic di nomor 17, kini tinggal Zaza yang memiliki kesempatan mengenakan nomor keramat tersebut. Hal itu juga didukung dengan perjalanan karier pemain 24 tahun ini, yang kerap mengenakan no. 10.

Zaza mulai menggunakannya di Viareggio pada musim dingin 2012. Ia lantas ketagihan dan mematenkan nomor 10 sebagai nomor favoritnya, dengan kembali mengenakannya di Ascoli dan Sassuolo, juga timnas Italia U-17 dan U-19. Namun di timnas Italia senior, striker berkepala plontos ini lebih memilih nomor punggung 7, meski punya kesempatan menggunakan nomor 10.

Menilik karakter permainannya, Zaza sejatinya bukanlah sosok no. 10 sejati. Sebagai pemain yang beroperasi di lini depan, pemain lulusan akademi Atalanta ini merupakan penyerang bertipe poacher, yang lebih cocok mengenakan no. 9, 14, 17, atau 18. Pengalamannya juga masih hijau, menilik proyeksinya sebagai pemain masa depan tim. Juve jelas harus berpikir ulang untuk menunjuk Zaza sebagai pewaris no. 10.

Di Juve, akankah Zaza melanjutkan kebiasaannya mengenakan nomor punggung 10? Dan apakah La Vecchia Omcidi mengizinkannya? Kita nantikan saja presentasinya sebagai penggawa anyar Si Nyonya, yang akan dilakukan dalam satu atau dua hari ke depan.

OSCAR, ISCO, GOTZE & TRANSFER IMPIAN ALLEGRI LAINNYA

Potensi besar kepergian Vidal ke Bayern, bakal memicu Juve untuk kembali aktif di bursa transfer. Mereka akan mencari sosok tepat pengganti Vidal sebagai gelandang serang, dalam skema andalan 4-3-1-2. Dalam bahasa Italia, posisi itu disebut sebagai trequartista, posisi yang juga jadi langganan pemain bernomor punggung 10.

Banyak calon yang kemudian beredar, mulai dari Erik Lamela, Mesut Ozil, Julian Draxler, Oscar, Mario Gotze, Isco, Kevin De Bruyne, Marco Reus, Hakan Calhanoglu, hingga bintang lokal macam Ricardo Saponara. Lima di antaranya memiliki sejarah no. 10 yang kuat, tapi hanya tiga yang memiliki potensi lebih dari 50 persen untuk bergabung.

Tiga nama itu adalah Oscar (Chelsea), Isco (Madrid), dan Gotze (Bayern). Dalam situasi terkini, mereka tidak memiliki masa depan yang jelas di klubnya sekarang. Meski begitu ketiganya memiliki kelas permainan di atas rata-rata sebagai gelandang serang dan layak jadi pewaris no. 10 di Juve.

Kita mulai dari Oscar. Dirinya merupakan generasi no. 10 modern Brasil, yang cerdas dan memiliki akurasi sentuhan bola yang luar biasa. Skema pragmatis Jose Mourinho di Chelsea membuatnya tak bisa banyak berkreasi, sehingga tempatnya kerap disisihkan.

Selanjutnya Isco, sosok gelandang ala Spanyol serba bisa yang bisa membuat bola begitu lengket di kakinya. Komposisi skuat Madrid yang kualitas dan harganya selangit, membuat posisinya tak terjamin.

Terakhir adalah Gotze. Dengan gaya khas Jerman-nya yang cepat mengambil keputusan serta pergerakan tanpa bola tak terduga, pemain berusia 23 tahun itu jadi salah satu bakat terbaik sepakbola Jerman. Namun niat Pep Guardiola menyingkirkan pemain Jerman, bisa membuat Gotze dimasukkan dalam proposal penawaran Vidal.

Karenanya jangan terkejut jika manajemen Juve mewariskan jersey no. 10 pada salah satu di antara mereka, yang nantinya benar-benar bergabung.

DIISTIRAHATKAN

Sepanjang sejarah, Juve hanya pernah sekali saja mengistirahatkan nomor punggung 10. Hal itu dilakukan pada musim 2012/13 lalu atau pasca legenda terbesar klub, Del Piero, pergi di akhir musim sebelumnya. Kala itu calon terkuat, Sebastian Giovinco, dinilai tak layak mewarisi nomor tersebut dan akhirnya diberi nomor punggung 12.

Catatan itu juga terjadi lantaran federasi sepakbola Italia, FIGC, baru menetapkan penggunaan nama dan nomor pemain di musim 1995/96. Sebelumnya 11 pemain yang turun ke lapangan dari sebuah tim, diberi nomor punggung 1 hingga 11, sehingga nomor 10 selalu bercokol.

Keputusan seperti di musim 2012/13 bisa saja kembali diambil manajemen Juve, andai mereka memang belum menemukan sosok yang pantas mengenakan no. 10.

Ya, La Fidanzata d’Italia butuh sosok yang memiliki teknis lengkap seperti Boniperti, cepat layaknya Sivori, cerdas serupa Bardy, karismatik bagai Baggio, loyal macam Del Piero, dan penuh gairah seperti dicontohkan Tevez, untuk bisa mewarisi nomorpunggung 10. Ups, tidak harus semuanya, cukup kombinasi beberapa di antaranya saja.