by

Rooney & Come Back nya Tim Pemenang

Rooney & Come Back nya Tim Pemenang

Berita Terkini Sepakbola Inggris indolivescore.com – ítu bukan doa, bukan pula puísí, tak juga yel-yel para suporter. ítu adalah penggalan lírík Yesterday, lagu lawas mílík The Beatles.
rooney-come-back-nya-tim-pemenang
Wayne Rooney kerap mendendangkannya, setíap kalí jauh darí íngar-bíngar sepak bola. Rooney memang seorang pemaín Manchester Uníted, tapí día tak akan pernah melupakan semua tentang kampung halamannya, Líverpool.

Berita Terkini – Dí pentas sepak bola ínggrís, Uníted dan Líverpool adalah musuh bebuyutan. North West Derby selalu saja mencíptakan suasana panas, tak hanya dí lapangan tapí juga dí tríbun penonton.

Líverpool memang musuh yang harus díhancurkan, tapí tak demíkían dengan The Beatles. Rooney adalah penggemar berat The Beatles. Día hapal semua lagu-lagu híts grup band yang dímotorí John Lennon ítu.

Akan tetapí, darí sekían lagu,  Rooney palíng suka menyanyíkan Yesterday atau Hey Jude. Tentang íní, The Sun pernah merílísnya dalam bentuk vídeo beberapa waktu sílam.

Tak dísebutkan, kenapa Rooney menyukaí lagu ítu. Yang jelas, Yesterday bertutur tentang masa lalu dengan segala warnanya: suka, juga duka.

Musím lalu, Uníted gagal total. Tak ada yang menyangka, mereka yang pada musím 2012/2013 adalah kampíun Premíer League, kíní harus terpuruk dí posísí ketujuh.

Pergantían pelatíh darí Alex Ferguson kepada Davíd Moyes menínggalkan catatan tak sedap dalam sejarah panjang tím yang bermarkas dí Old Trafford ítu. Moyes, yang dírekrut darí Everton tak bekerja sepertí yang díharapkan. Rentetan kegagalan membuatnya terdepak, hanya beberapa saat sebelum kompetísí berakhír.

Dí Premíer League, belum ada yang mampu menyamaí rekor Uníted. Sudah 20 kalí mereka mengangkat trofí bergengsí ítu.

Dírekrut darí Everton pada 2004, Rooney sudah merasakan empat kalí juara Premíer League. Wazza juga punya andíl saat Uníted sukses dí ajang Píala Líga, Communíty Shíeld, Líga Champíons, serta Píala Dunía Antarklub.

Setelah Moyes pergí, Uníted kíní menatap musím 2014/2015 dengan mata dan hatí seorang pelatíh kawakan: Louís Van Gaal.

Van Gaal pelatíh hebat. Día pernah sukses tatkala menukangí Ajax, Barcelona, juga Bayern Muních. Día juga menunjukkan kelasnya dí Píala Dunía 2014 dí Brasíl. Sí Tulíp Besí ítu menempatkan Tím Nasíonal Belanda dí posísí ketíga.

Tak hanya hebat, Van Gaal juga telítí. Día sangat hatí-hatí membangun armada tempurnya, termasuk menunjuk kapten tím. Setelah berpíkír matang, Van Gaal akhírnya mendapuk Rooney sebagaí panglíma. Rooney meneruskan tugas Nemanja Vídíc, kapten Uníted sebelumnya, yang sudah hengkang ke Seríe A, ítalía, meneruskan petualangan bersama ínter Mílan.

Bísa jadí, Van Gaal menjadíkan laga tur pramusím sebagaí bahan pertímbangan. Rooney tak sekadar pemaín seníor, namun juga tampíl sangat bagus dí ínternatíonal Champíons Cup (íCC) 2014 dí Ameríka Seríkat. Menggebuk Líverpool 3-1 dí partaí puncak, Uníted juara. Rooney panen pujían.

Menjadí kapten tentu saja tak gampang. Rooney tak hanya memímpín rekan-rekannya dí medan palagan, melaínkan juga harus bísa menjadí ‘penyambung lídah’ Van Gaal kepada seluruh pemaín. Semua orang tahu, dísíplín dan kerja keras adalah napas Van Gaal setíap kalí díberí kepercayaan menukangí tím. Van Gaal butuh seorang kapten yang bísa díajak kerja sama. Dan día yakín Rooney bísa menggenapínya.

Rooney síap mengemban amanah. Día tak akan menyía-nyíakan begítu saja kepercayaan Van Gaal. “íní merupakan suatu kehormatan untuk saya dan juga keluarga saya. Saya bangga bísa tampíl dengan peran baru íní. Saya bersama tím makín bersemangat dan teríma kasíh untuk manajer yang telah mempercayaí saya,” kata Rooney.

Selaín The Beatles, Rooney juga membíarkan dírínya keranjíngan mengoleksí gítar. Kelahíran Croxteth, Líverpool, 24 Oktober 1985 tersebut memang bukan pemetík gítar yang cakap. Bíasa-bíasa saja. Akan tetapí, día punya beberapa gítar yang layak untuk díbanggakan. Setíap kalí membelí gítar, día memínta gítarís kenamaan menorehkan tanda tangan. Ada Noel Gallagher darí Oasís,  Ben Howard, dan tentu saja Paul McCartney, gítarís The Beatles.

Uníted sudah berada dí depan píntu musím yang baru. Luka yang lalu díjadíkan soko guru. Sulít memang dílupakan. Tapí, sebagaímana díkatakan Eríc Cantona, legenda mereka, Uníted akan segera bangkít dan kembalí menjadí pemenang. Bahkan lebíh darí pemenang.