👍 Liga Indonesia

Pemain-Pemain Indonesia Yang Jarang Berpindah Klub

7 Pemain Indonesia Yang Paling Loyal di Klubnya

indolivescore.com – Istilah one man one club sering terjadi di sepakbola Eropa, sebut saja Paulo Maldini, Francesco Totti, Ryan Giggs, hingga Carles Puyol. Sebutan ini untuk seorang pemain sepak bola yang dikenal hanya bermain di satu klub sepanjang karir profesionalnya, dan patut untuk diberikan dua jempol atas komitmen dan kesetiaannya untuk klub, apapun alasannya.

Mereka tak melihat dari segi uang ketika membela klub karena menurut mereka loyalitas, kesetiaan, integritas jauh lebih penting, di atas segalanya. Sementara Indonesia memang jarang menemukan one man club, tapi tetap ada pemain setiap bertahan lama di klub tersebut. Berikut 7 pemain Indonesia yang loyal dengan klub Indonesia.

1. Choirul Huda (Persela)

Kiper Persela Lamongan ini merupakan salah satu pemain di Indonesia yang paling loyal dengan timnya. Pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur ini telah bermain untuk Lamongan saat masih di tim junior. Tercatat sejak 1999-sekarang, Huda tetap berseragam Persela Lamongan. Itu berarti kiper berusia 36 tahun ini berseragam Persela selama 17 tahun. Sungguh pencapaian yang luar biasa.

2. Ismed Sofyan (Persija)


Ismed pantas menjadi ikon Persija Jakarta bukan Bambang Pamungkas. Hal itu terlihat dengan loyalitasnya dengan klub berjuluk Macan Kemayoran. Ia telah berseragam Persija sejak tahun 2003 (13 tahun). Selama membela tim Ibu Kota Ismed telah mengemas hampir 250 caps dengan mencetak sekitar 19 gol Persija. Nomor 14 di Persija pantas untuk dipensiunkan bilamana dirinya sudah tidak bersama Persija lagi. Apalagi posisi bek kanan selalu paten bagi dirinya meskipun beberapa pemain berkualitas silih berganti ke Persija.

3. Atep (Persib)

Pesepakbola asal Cianjur, Jawa Barat, ini juga cukup lama berseragam Persib Bandung. Dilahirkan tepat 5 Juni 1985 silam, awalnya dia menimba ilmu di sekolah sepak bola UNI, yang merupakan salah satu klub anggota asprov PSSI Jawa Barat. Atep dilirik Persib ketika tampil sangat baik bersama Persija tepatnya di musim 2008-2009 silam. Hingga kini Atep masih berseragam Persib sekaligus menjadi kapten kesebelasan Maung Bandung. Ia pun sempat menghantarkan Persib juara ISL di tahun 2014.

4. Hariono (Persib)

Sudah membela Persib tepat di musim 2008-2009 pemain yang memiliki ciri khas berambut gondrong ini hijrah ke Persib Bandung seiring kedatangan Jaya Hartono—eks pelatih Deltras— ke Persib. Meski saat itu Jaya Hartono tak lagi menukangi Persib, namun Hariono tetap bertahan membela Persib bahkan hingga saat ini.

5. Kurnia Meiga (Arema)

Sejak mengawali karir profesional tahun 2008 silam, dia tak pernah pindah dari Malang. Padahal dalam tiga musim terakhir klub Malaysia sempat meminatinya. Selain itu tawaran besar dari klub Jepang juga ditolaknya. Padahal saat itu kondisi sepakbola Indonesia tengah carut-marut akibat pembekuan PSSI oleh Menpora. Salah satu faktor yang membuatnya kerasan tak lain karena keberadaan sang kakak kandung Achmad Kurniawan yang juga bermain di Arema.

6. Ian Kabes (Persipura)

Bukan Boaz Salossa pemain loyal di Persipura, melainkan Ian Kabes. Gelandang berusia 29 tahun ini bersama Boaz menjadi pemain yang paling senior di tim Persipura Jayapura . Keduanya tahun ini menjalani musim kesebelas. Namun Boaz sempat ‘berkhianat’ dengan pindah ke klub Timor Leste Carsae FC. Sedangkan Ian Kabes lebih memilih tetap di Persipura meskipun saat itu tim bermarkas di Stadion Mandala diberhentikan oleh manajemen. Sejak dipercaya menjadi Mutiara Hitam, Ian sudah menyumbangkan berbagai gelar untuk timnya. Antara lain juara Liga Indonesia 2005, Indonesia Super League 2009, 2011, 2013 hingga mengantarkan Mutiara Hitam sebagai tim Indonesia pertama yang menembus semi-final Piala AFC pada musim 2014.

7. Hengki Ardilles (Semen Padang)

Berposisi sebagai bek kanan, Hengky jadi andalan Semen Padang untuk mengarungi TSC 2016. Namun, siapa sangka, pemain kelahiran Padang Panjang 34 tahun yang lalu ini sangat loyal terhadap Kabau Sirah. Tercatat, Hengky telah berseragam Semen Padang sejak tahun 2008 (delapan musim).

To Top