by

Napoli Sang Antitesis Juventus

www.indolivescore.com – Grande Partita bakal disajikan Serie A Italia di laga pamungkas giornata 18, kala Napoli berhadapan denganJuventus, Senin (12/1) dini hari WIB. Duel tersebut bakal jadi pertempuran ke-152 kedua tim di semua ajang. Seperti sudah diduga, dalam catatan tersebut I Bianconeri unggul jauh dengan 69 kemenangan berbanding 32 milik Il Partenopei.

Namun situasinya kini sama sekali berbeda dengan gambaran di atas. Memang Juve merupakan tim adidaya di Serie A dengan juara di tiga musim terakhir, tapi Napoli selalu hadir sebagai penghalang terbesar. Si Nyonya Tua tak pernah benar-benar ‘menang’ atas tim legendaris Diego Maradona.

Sejak bangkit dan mulai bertemu kembali pada Agustus 2006 di ajang Coppa Italia, dalam 22 laga sejak saat itu, Napoli unggul tipis dengan sembilan kemenangan, delapan kali kalah dan lima sisanya imbang. Tentu masih segar dalam ingatan, bagaimana musim lalu tim asuhan Rafael Benitez memutus rekor 22 laga tak terkalahkan Juve, lewat kemenangan 2-0 di San Paolo.

Atau yang terbaru, tatkala secara ironis Juve yang bermain lebih baik pada akhirnya gagal menjuarai Piala Super Italia 2014, akibat kalah adu penalti. Karenanya, publik dan media Italia kini mulai akrab dengan sebutan Napoli sebagai tim antitesis Juventus.


      San Paolo begitu angker bagi Juventus

Seperti dijelaskan sebelumnya, tanda-tanda kekebalan Napoli atas Juventus dimulai pada 27 Agustus 2006, dalam duel 32 besar Piala Italia di San Paolo. Kala itu Juve yang unggul tiga kali lewat permainan heroikAlessandro Del Piero, mampu terus disetarakan hingga laga berakhir seri 3-3. Pada akhirnya tuan rumah menang 7-6 melalui babak adu penalti.

Juve memang tak memiliki masalah ketika Napoli bertamu ke Turin, tapi sejak saat itu San Paolo mulai jadi hal tabu. Mereka seakan tak sanggup lagi mengulang kemenangan di stadion bersejarah itu, sejak 14 tahun lalu! Terakhir kali La Vecchia Omcidi tersenyum manis keluar dari San Paolo, terjadi pada 2 November 2001. Saat itu gol Roberto Stellone untuk I Ciucciarelli, dibalas dua kali oleh Darko Kovacevic dan Del Piero.

Napoli kemudian jadi momok terbesar Juve, saat keduanya sama-sama meraih tiket promosi di musim 2007/08. Dalam tiga musim masa transisi Juve untuk kembali jadi raksasa Negeri Pizza, Napoli sukses mendulang empat kemenangan, yang mana mereka sanggup mencetak total 11 gol.

“Kami sanggup menguasai pertandingan, menciptakan peluang dan mengintip kemenangan. Tapi Napoli selalu saja menemukan titik lemah kami,” sesal Luigi Del Neri, pasca Juve dibantai 3-0 oleh Napoli, pada 1 September 2011.

Segalanya membaik ketika Juve bangkit dan sukses meraih scudetto di musim 2011/12. Mereka akhirnya bisa membawa pulang poin dari San Paolo. Namun torehan itu diraih melalui perjuangan luar biasa, dengan Juve menyamakan keadaan sebanyak tiga kali, untuk menyamakan keadaan menjadi 3-3 hingga laga berakhir.

Kisah musim itu belum berakhir, tepatnya di final Piala Italia 2011/12, Napoli tetap mampu menghadirkan kekalahan bagi Juve, yang kali ini akan terpatri dalam memori Juventini selamanya. Ya, dalam partai terakhir sang ikon, Alessandro Del Piero, Gli Azzurri keluar sebagai juaranya lewat skor meyakinkan 2-0.

“Kami menang di saat semua orang mendukung Juventus, saat mereka baru saja memenangi scudetto, melakoni 42 partai tanpa pernah kalah, dan dalam partai terakhir legendanya. Olimpico Roma sungguh indah malam ini,” ujar Ezequiel Lavezzi, sembari berpesta merayakan gelar juara.

Di musim selanjutnya, Juve akhirnya berhasil menaklukkan Napoli di luar kandang untuk kali pertama setelah 11 tahun. Mereka melakukannya di Beijing, Tiongkok, untuk merengkuh Piala Super Italia 2012. Tapi tetap dengan catatan bahwa Mirko Vucinic cs menang 4-2 melalui babak perpanjangan waktu.

Hingga bentrok terakhir di Piala Super Italia 2014, Juve tak mampu lagi mengulang torehan tersebut. Tiga laga yang berlangsung di luar Turin setelahnya, berakhir dengan dua kekalahan dan satu hasil imbang untuk mereka.

Dihantui dengan fakta tersebut, mampukah Juve mengakhiri paceklik kemenangan dini hari nanti?