by

Menanti Kiprah ‘The Godfather’ Antonio Conte di Chelsea

Era Conte si ‘Godfather’ di Chelsea Dimulai

indolivescore.com – Tak lama setelah memimpin Italia di Piala Eropa 2016, Antonio Conte sudah memimpin latihan Chelsea. The Blues menyebut, pelatih baru mereka itu “amat vokal”. Conte hanya beristirahat sebentar setelah Italia tersingkir di babak perempatfinal Piala Eropa 2016. Ia mengaku hanya seminggu berlibur, lalu berangkat ke London untuk langsung menangani pekerjaan barunya di London Barat.

Pada Rabu (13/7/2016) waktu setempat, Conte memimpin dua sesi latihan Chelsea di Cobham. Ia sudah berada di lapangan sebelum pemain-pemainnya datang dan mengawali sesi dengan memimpin jogging ringan. Seperti dikabarkan oleh situs Chelsea sendiri, porsi terbesar dalam latihan hari itu adalah soal pola main dan bagaimana mempertahankan bola.

“Conte selalu terlibat dan amat vokal selama sesi berlangsung. Secara reguler, ia menghentikan latihan untuk memberikan saran dan masukan, baik kepada satu orang pemain atau kepada grup secara keseluruhan,” demikian pernyataan Chelsea.

Conte akan diperkenalkan secara resmi kepada media pada hari Kamis (14/7) siang waktu setempat.

Soal vokalnya Conte, bek Juventus, Leonardo Bonucci, sudah mengatakannya lebih dulu. Ia juga mengingatkan para pemain Chelsea untuk tidak macam-macam dengan pelatih berusia 46 tahun tersebut.

“Para pemain di Italia menjulukinya The Godfather. Artinya ketika ia bicara, Anda harus mendengarkan,” kata Bonucci.

Sosok Pep Guardiola dan Jose Mourinho diprediksi membuat persaingan Premier League kian panas. Tapi Antonio Conte pun disebut tak kalah hebat dari keduanya.

Penilaian tersebut dilontarkan oleh mantan pemain tim nasional Italia Gianluca Zambrotta, membahas tiga peracik taktik top yang musim panas ini mulai menangani klub barunya; Guardiola di Manchester City, Mourinho di Manchester United, dan Conte di Chelsea.

Guardiola punya reputasi mentereng setelah meraih 14 trofi dalam empat tahun awal masa kepelatihannya–di Barcelona. Di klub kedua yang ia tangani, Bayern Munich, peracik taktik asal Spanyol berusia 45 tahun itu menambah tujuh trofi lagi. Trofi-trofi Guardiola tersebut turut menyertakan enam titel liga (tiga beruntun di Barca dan Bayern) dan dua titel Liga Champions. Inggris adalah negara ketiga tempatnya melatih.

Sementara itu Mourinho sudah tak asing lagi dengan Premier League karena pernah menangani Chelsea selama dua periode–yang di antaranya membuahkan tiga titel Premier League.

Mourinho adalah pelatih kelima yang sudah memenangi titel liga di empat negara berbeda. Ia juga merupakan satu dari lima pelatih yang pernah menjuarai Piala/Liga Champions dengan dua tim berbeda. Karier bergelimang gelar pelatih asal Portugal berumur 53 tahun itu berawal dari Porto, Chelsea, Inter Milan, dan kemudian Real Madrid, yang telah membuahkan tidak kurang dari 22 trofi.

Dengan Guardiola dan Mourinho punya rivalitas tersendiri, secara khusus ketika sama-sama melatih di Spanyol, keberadaan keduanya di satu kota pun membuat banyak yang menantikan episode-episode menarik di antara keduanya.

Kemudian ada Conte. Sejauh ini allenatore 46 tahun itu memang belum punya koleksi trofi sebanyak Guardiola dan Mourinho meskipun pencapaiannya juga tak bisa dipandang sebelah mata: satu titel Serie B (Bari), juga tiga titel Serie A beruntun dan dua titel Piala Super Italia (Juventus). Conte juga punya kebanggaan lain karena sudah pernah melatih di level timnas (Italia, 2014-2016). “Saya pikir mereka bertiga memiliki kepribadian mirip dan sedikit banyak berada pada level yang sama,” ucap Zambrotta kepada Sky Sports.

“Antonio Conte punya benak sepakbola yang bagus dan ia amat berdedikasi. Ia sangat profesional dan merupakan seorang motivator ulung,” tutur pria yang semasa bermain dulu pernah menjadi rekan satu tim Conte di Juventus.

Kesuksesan Conte sendiri sejauh ini banyak ia raih dengan mengusung pola permainan dengan formasi 3-5-2 atau 3-4-3. Apakah ia akan menggunakan pola serupa di Chelsea?

“Saya tak yakin kalau ia akan tetap mempertahankan tiga bek tengah. Saya belum berkesempatan bicara dengannya mengenai bagaimana ia akan main, tapi saya yakin ia akan sedikit bereksperimen dan mencoba sesuatu yang baru,” kata Zambrotta.