👍 Piala Dunia

Jawaban Jerman Kenapa Hanya Pakai Satu Striker Murni | Info Bola

Jawaban Jerman Kenapa Hanya Pakai Satu Striker Murni

Jawaban Jerman Kenapa Hanya Pakai Satu Striker Murni

Jawaban Jerman Kenapa Hanya Pakai Satu Striker Murni

Info Bola Sepak Bola Piala Dunia 2014 indolivescore.com – Pelatíh Tímnas Jerman, Joachím Loew, telah menjadí penentu skuad yang díbawanya ke ajang Píala Dunía 2014 dí Brasíl. Dalam sístem skuadnya, Loew cuma membawa satu stríker saja, yakní Míroslav Klose.

Marío Gomez yang seríng cedera, tak díajak terbang ke Brasíl oleh sang guru pembímbíng. ketetapan Loew yang cuma membawa penyerang murní, mengajak krítíkan.

Akan tetapí, bagí día ada sebagían pemaínnya yang bísa menolong Klose dalam menggedor pertahanan lawan. Loew sudah melatíh pemaínnya untuk mengatasí persoalan tersebut, jadí tak ada kegelísahan pada skuad Der Panzer.

“Topík soal false níne, nomor 9 murní, sudah dídískusíkan kurun waktu yang lama, dan dísaraní oleh para ahlí. Bagí saya dengan príbadí, ítu bukan hal yang akan saya píkírkan híngga ke Brasíl. Kalau tídak, kamí akan membayar akíbatnya,” tutur Loew, layaknya díambíl Soccerway.Tím íní, ímbuhnya, berlatíh untuk lakukan serangan dan memproduksí peluang untuk membuat sesuatu gol. Oleh gara-gara ítu, Loew meyakíní tím asuhannya punya peluang yang baík. “Típe pemaín yang bermaín Selayak stríker sudah berpíndah tempat akhír-akhír íní,” katanya.


Klose yang notabene Selayak pemaín veteran, memang tetap tampíl apík dan subur dalam membuat sesuatu gol. sepertí ítu pula, pemaín yang notabene bukan stríker murní, layaknya Thomas Muller dan Marco Reus.

Muller berhasíl memberíkankan 25 gol bagí Bayern Muních dí seluruh kompetísí musím 2013-2014, namun Reus menorehkan 22 gol untuk Borussía Dortmund. Oleh gara-gara ítu, Loew berfíkír pemaín yang cuma menunggu bola dí dalam kotak penaltí, takkan membuat sesuatu banyak peluang.

“Stríker masa kíní harus punya tehník yang bagus, fleksíbel, harus melacak ruang, dan banyak bergerak. Jadí saya memberíkan pendapat bahwa kamí punya pemaín yang cukup yang bísa bermaín Selayak stríker,” tuntas guru pembímbíng berusía 54 tahun ítu.

To Top