👍 Liga Indonesia

Curhat Pemain Ke Presiden Joko Widodo, Cabut Sanksi FIFA dan Kompetisi Bergulir Lagi

indolivescore.com –

Para pemain yang berkiprah di turnamen Piala Presiden 2015, mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), di Istana Negara, Senin (19/10) lalu. Tak terkecuali, gelandang Persib Bandung, Firman Utina.

Tak ayal, dalam kesempatan itu mereka mencurahkan keluh kesah yang dialami saat ini terkait sepakbola Indonesia kepada orang nomor satu Indonesia itu. Firman yang juga salah satu anggota Komite Eksekutif Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), bersama petinggi APPI lainnya menyampaikan beberapa harapan kepada Presiden Jokowi.

Salah satunya, agar sanksi FIFA terhadap Indonesia bisa segera dicabut. “Kemarin sempat ke istana dan bertemu Presiden. Kami sampaikan apa yang diinginkan pemain. Mereka ingin sanksi FIFA untuk Indonesia itu dicabut. Kompetisi cepat bergulir. Jangan hanya melihat dengan turnamen ini,” kata Firman, seperti dikutip laman resmi Persib.

Pemain bernomor punggung 15 ini menuturkan, kompetisi diperlukan agar pembinaan bisa berjalan secara berkesinambungan. Sehingga, para pemain muda di Indonesia bisa lebih termotivasi.


Selain itu, masih menurut Firman, pembenahan PSSI memang harus dilakukan. Namun bukan dengan cara lembaganya dibekukan, melainkan perbaikan dari individu-individu di dalamnya.

“Saya dan teman-teman lain, ada Bambang (Pamungkas) juga mengatakan harus segera cabut sanksi ini, terus bentuk lagi orang yang mau benar-benar mengurus PSSI. Cari yang mau kerja demi kemajuan sepakbola Indonesia.”

“Liga amatir misalnya harus benar-benar dikelola baik, harus banyak kompetisi usia dini. Berikan pelatih yang memang berkualitas untuk usia dini, pelatih yang punya lisensi, karena di Indonesia ini sangat kekurangan pelatih juga,” jelasnya.

Seperti diketahui, lantaran sanksi FIFA timnas maupun klub asal Indonesia tidak bisa berlaga di pentas internasional. Itu juga berimbas pada ranking FIFA yang melorot ke posisi 171, yang merupakan terburuk sepanjang sejarah Indonesia menjadi anggota FIFA.

To Top