by

Angkernya Stadion Surajaya Persela Bagi Arema Cronus

www.indolivescore.com – Persela Lamongan memang bukan tim besar. Namun siapa sangka Arema Cronus, tim yang mendapatkan satu gelar Indonesia Super League (ISL) dan dua kali Piala Indonesia sama sekali belum pernah menang di kandang Persela, Stadion Surajaya. Meski secara total semenjak pertama kali bertemu pada 2001, Arema unggul dengan sepuluh kemenangan di berbagai ajang dan hanya kalah enam kali, serta imbang lima kali, Surajaya selalu memberikan cerita kesulitan bagi Singo Edan.

Pertemuan pertama Arema melawan Persela di Lamongan, terjadi di ajang Piala Indonesia 2005. Pada saat itu, kedua tim bermain imbang 0-0. Arema sendiri pada akhirnya keluar sebagai juara turnamen tersebut.

Arema sempat akan menang pada pertemuan di ISL 2008/09. Laga yang digelar di bulan puasa itu, Arema unggul lebih dahulu melalui gol yang dibuat oleh Emeleu Serge di menit ke-18 dan 57. Tetapi, pertahanan lengah yang digalang Suroso (ketika itu masih berkostum Arema) dan kawan-kawan membuat Persela mampu menyamakan kedudukan melalui Jimmy Suparno (masih berseragam Persela) di menit 78 dan Dicky Firasat menit ke-80.

“Selalu sulit bermain di Lamongan, namun kami akan berusaha dengan keras untuk memenangkan pertandingan. Kami akan berupaya maksimal untuk memenangkan pertandingan besok (hari ini),” kata Suharno, pelatih Arema.

Meskipun di ajang resmi PSSI Arema sulit menang, namun dalam catatan yang ada tim asal Malang itu tetap pernah menang di Surajaya tapi dalam status laga uji coba. Ketika itu, pada 24 Desember 2001, Persela yang baru saja mentas dari Divisi II untuk bersiap ke Divisi I menantang Arema yang sedang bersiap untuk Divisi Utama Liga Indonesia. Kala itu, dua gol Jaime Rojas di menit keenam dan 26 serta Didit Thomas di menit ke-61 hanya bisa dibalas oleh sebiji gol Abdulrachman. Tetapi nyatanya, usai laga itu Arema kesulitan mengulang kembali memori indah tersebut saat berlaga di kompetisi resmi.

Bicara secara global, sejak lama pertemuan antartim yang berada di satu wilayah Jawa Timur, yang berdialek bahasa Jawa [tidak menghitung Persepam Madura United karena dianggap pendatang baru] memang panas. Meski tidak panas di tribun, namun adanya frasa ‘boleh kalah asal jangan sama klub Jatim’ selalu hinggap di telinga para pemain klub yang terlibat. Tidak heran, tuan rumah selalu menampilkan permainan yang sangat ngotot untuk mengimbangi dukungan tribun dari suporter setianya. Di musim ini, contoh itu terlihat nyata bagaimana frasa itu diterapkan.

Persela di fase awal wilayah timur mampu menaklukkan Persebaya Surabaya di Surajaya, dengan skor 3-0. Tapi, ketika berlaga di kandang Persebaya, giliran Persela yang dilumat dengan skor serupa. Sementara di wilayah barat, Arema terlihat kesulitan menang di kandang Gresik United. Melawan tim yang berjuang lepas dari zona degradasi, tim Singo Edan dipaksa bermain imbang tanpa gol.

Uniknya, laga lain yang mempertemukan Arema kontra Persik Kediri di Stadion Gajayana, 27 Agustus lalu, juga tidak bisa dimenangkan Arema. Ketika itu, laga berkesudahan 2-2. Potensi kerasnya laga yang mempertemukan tim-tim Jatim inilah yang dipandang sebagai kegagalan Arema mendapatkan poin. Termasuk melawan Persela pada laga nanti. Karena, meski bertindak sebagai under-dog, Persela tentunya akan berjuang sekuat tenaga untuk tidak kalah melawan klub sesama provinsi.

“Sebagai tuan rumah Persela dipastikan akan tampil ngotot dan mati-matian, kami harus mewaspadai kondisi ini,” pesan Suharno.

Pada musim ini, Persela dikenal sebagai tim jago kandang. Dari 30 poin maksimal yang disediakan di rumah, Persela mampu mendapatkan 21 poin. Laskar Joko Tingkir hanya kehilangan poin saat bertanding melawan Putra Samarinda (19/5), Persiba Balikpapan (19/4), Mitra Kukar (8/8), dan Perseru Serui (5/9). Sementara melawan tim besar semacam Persipura Jayapura (1/9) dan Persebaya (10/2), mereka menang secara meyakinkan.

Sulitnya mendapatkan poin di Lamongan disadari betul oleh jajaran menajemen Arema. Karena itulah, di saat tim bertekad mengakhiri rekor buruk, manajemen punya cara untuk menaikkan motivasi yaitu dengan menambah bonus pemain hingga 70 persen di saat tandang. Harapannya, cara ini bisa semakin menaikkan motivasi pemain yang sudah naik akibat kemenangan di laga perdana.

Sementara dari segi taktik, Joko Susilo dan Suharno sejak jauh hari sudah memantau bagaimana gaya main dari Persela. Bahkan, beberapa kali, asisten pelatih Singo Edan mengintip langsung permainan skuat asuhan Eduard Tjong itu. Menarik untuk ditunggu apakah pada bentrok hari ini, Arema bisa memutus catatan buruk belum pernah menang di Surajaya?